Artikel didalam kategori Testimoni Konsumen
Artikel, Testimoni Konsumen, Testimoni Produk Kesehatan »
Pada saat saya merenovasi rumah, saya ikut membantu mengangkat beton meja dapur, saat itu peristiwa terjadi. Jari manis dan jari tengah tangan kanan saya tertimpa beton hingga tulang jari saya remuk dan sakit luar biasa. Karena luka sangat parah, saya diantar ke rumah sakit dan langsung dioperasi. Proses penyembuhan luka pasca operasi sangat lama. Tgl 27 Juli 2004 oleh seorang distributor DII, saya dianjurkan untuk mengkonsumsi Jelly Gamat dan mengoleskannya pada luka – luka saya. Dalam waktu 3 (tiga) minggu sejak saya mengkonsumsi Jelly Gamat, ada perubahan pada luka-luka di …
Artikel, Testimoni Konsumen, Testimoni Produk Kesehatan »
Pengalaman dari : Ibu Elvy Kamasi, 40 Tahun Balikpapan, Kal-tim
Pada waktu hamil saya mengikuti saran dari dokter agar selalu mengontrol kandungan secara teratur, bahkan melakukan pemeriksaan dengan USG sampai tujuh kali. Saat USG yang ke enam, dokter mengatakan bahwa saya kekurangan cairan sehingga diharuskan banyak minum es krim. Pada tanggal 6 Oktober 2004 saya masuk rumah sakit bersalin dan kemudian di lakukan pemeriksaan USG lagi, hasilnya tidak ada cairan sehingga dokter sarankan harus dioperasi.
Karena tidak bisa melahirkan secara normal, tanggal 7 Oktober 2004 saya melakukan persalinan dengan bedah sesar. Bayi …
Artikel, Terstimoni Produk Agrobisnis, Testimoni Konsumen »
Selain mencoba pada tanaman bawang merah, saya juga mencoba pupuk DI Grow pada tanaman padi pada sawah seluas 1500 m2, pada bulan Juli 2006. Pupuk kimianya saya hanya menggunakan Urea saja.
Pupuk DI Grow Hijau saya gunakan pada saat tanaman padi berumur 20 hari setelah tanam dengan dosis 50 cc/tangki semprot yang 15 liter, dan pada umur 40 serta 60 hari setelah tanam, saya semprot dengan DI Grow Merah dengan dosis 60 cc/tangki. DI Grow Hijau yang saya gunakan habis 150 cc, sedangkan Rite Grow-Merah habis 350 cc, jadi total penggunaan …
Artikel, Testimoni Konsumen, Testimoni Produk Kesehatan »
Ibu mertua saya berusia 78 tahun mengalami depresi yang berkepanjangan, hingga kondisi kesehatannya semakin menurun. Sepanjang hari hanya bisa berbaring ditempat tidur, akibatnya timbul luka lecet dipunggung dan yang paling parah sekitar pantat. Diperiksa dokter; menderita Decobitus (borok) awalnya berlubang dengan diameter 5 cm dan mengeluarkan nanah sampai akhirnya semakin lebar. Terkadang pingsan, karena tidak bisa makan, susah BAB (buang air besar). Akhirnya kami ajak ke dokter lagi, diberikan obat penenang agar tidak gelisah, tetapi hal ini tidak berhasil juga, sampai akhirnya dokter angkat tangan.
Ketika ada acara seminar dan konsultasi …
Terstimoni Produk Agrobisnis, Testimoni Konsumen »
Kota Batu Malang terkenal dengan buah apelnya. Kebiasaan petani apel di sini, bila apel mau berbunga/berbuah, harus di “Rempes” daunnya, begitu juga dengan kebun apel saya.
Juni 2005, seorang leader DII di Batu Malang memperkenalkan pupuk organik Rite Grow-1 pada saya, informasinya dapat merangsang untuk berbunga dan berbuah lebih lebat dan mampu menekan kerontokan bunga/buah. Karena penasaran, saya coba pupuk tersebut pada tanaman apel saya sebanyak 60 pohon, sedangkan sisanya tidak.
Setelah daun dirempes, dua hari kemudian saya semprot dengan Rite Grow-1 Hijau dengan dosis 50 cc/tangki 15 liter, dua minggu kemudian …
Artikel, Artikel Agrobisnis, Terstimoni Produk Agrobisnis, Testimoni Konsumen »
Untuk kesekian kalinya, Pupuk DI Grow yang terbuat dari Hasil Ekstraksi Rumput Laut membuktikan diri sebagai Pupuk Organik Plus terbaik di Indonesia. Tidak hanya diaplikasikan pada berbagai Tanaman Pertanian, Perkebunan dan Hutan Tanaman Industri, tetapi juga diaplikasikan pada Hewan Ternak. Dan kini, Pupuk DI Grow ternyata juga terbukti ampuh dan sangat menguntungkan Petani Tambak Udang Windu.
Bagaimana Cara Aplikasi dan Hasil Panennya, silahkan simak baik-baik Video Dokumenter berikut ini :
Cara Aplikasi Pupuk Organic Plus Di Grow Pada Budidaya Tambak Udang Windu :
Testimoni Petani Tambak Udang Windu :
Artikel, Terstimoni Produk Agrobisnis, Testimoni Konsumen »
Jika kita melewati jalan raya dari Bandar Lampung menuju Kota Bandar Jaya Lampung Tengah, sepanjang jalan banyak pedagang buah menjajakan buah semangka, baik yang berbiji maupun tanpa biji. Tentunya harga semangka tanpa biji lebih mahal. Salah satu daerah pemasok buah semangka tanpa biji yaitu dari Bumi Ayu, Nuban Lampung Tengah. Salah seorang petani yang membudidayakan semangka tanpa biji dengan menggunakan pupuk D.I.Grow adalah Bpk.Solihin. Beliau menanam pada lahan seluas 2 Ha.
Untuk lahan 2 ha, biasanya Pak Solihin menggunakan pupuk dasar NPK sebanyak 2 ton, atau 1 …
Artikel, Terstimoni Produk Agrobisnis, Testimoni Konsumen »
Pada pertengahan September 2009, saya mulai menanam jagung jenis P21. Sebelumnya, saya rendam dulu bijinya dengan pestisida Marshal untuk menghindari tanaman dimakan semut.
Dari awal tanam sampai jagung berumur 45 hari, tanaman tidak pernah saya beri pupuk, sehingga kondisi tanaman kurang terawat apalagi pengairannya juga kesulitan. Setelah umur 45 hari, saya baru mulai memupuk, meskipun sudah terlambat untuk pemberiannya. Saya pupuk dengan Urea 75 kg, KCl 50 kg, SP36 50 kg. Dosis ± 35 % saya kurangi dari sebelumnya.
Seminggu kemudian, tanaman saya semprot Digrow yang hijau 50 cc/ tangki (15 liter). …
Artikel, Terstimoni Produk Agrobisnis, Testimoni Konsumen »
Komoditi andalan Propinsi Lampung salah satunya adalah Nanas. Pupuk D.I.Grow dicoba juga diaplikasikan pada tanaman nanas di lahan Bpk.Timbul di Punggur Lampung Tengah.
Percobaan dilakukan pada lahan seluas 1/8 ha. Pupuk dasar menggunakan pupuk kandang dan pupuk NPK (kimia), tetapi dosisnya dikurangi 45% dari biasanya. Sementara aplikasi pupuk D.I.Grow Green disemprotkan pertama kali pada saat tanaman berumur 21 hari dengan dosis 50 cc/15 liter air (1 tangki), kemudian penyemprotan kedua dan ketiga dilakukan setiap 3 minggu sekali setelah keluar bunga dengan D.I.Grow Red, dosis 75 cc/15 liter …
Artikel, Terstimoni Produk Agrobisnis, Testimoni Konsumen »
Pusing rasanya bila Kelapa Sawit yang kita pelihara dari kecil hingga berumur 8 tahun dan selalu diberi pupuk, pada akhirnya hanya keluar bunga jantan saja. Hal ini yang dialami oleh Bapak Sudariyadi di Lhoksukon-Aceh Utara. Pasti hal serupa juga pernah dialami oleh petani perkebunan Kelapa Sawit di seluruh Indonesia.
Tidak semua tanaman kelapa sawit yang ditanam Pak Sudariyadi berbunga jantan, hal ini hanya terjadi pada beberapa pohon saja. Sebelumnya Pak Sudariyadi pernah menggunakan Pupuk Borak, tapi tidak ada hasilnya. Untuk membuktikan informasi yang beliau terima dari Konsultan Pupuk D.I.Grow Bapak Ir.Suhendro …