<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diamond Interest &#187; Artikel Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://www.diamondindonesia.co.id/category/artikel-kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.diamondindonesia.co.id</link>
	<description>Sekadar sebuah weblog WordPress lainnya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 10:34:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mukjizat SEMBUH dari Penyakit TUMOR LEMAK</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/mukjizat-sembuh-dari-penyakit-tumor-lemak/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/mukjizat-sembuh-dari-penyakit-tumor-lemak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 07:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Testimoni Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Testimoni Produk Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=2314</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari tahi lalat kecil, di usia tua tahi lalat itu rupanya membesar sebesar biji kelereng dan saya tak merasakan rasa sakit dan tak merasakan meriang atau nyeri. Pembesaran yang ku alami ini selama hampir  1.2 bulan.
Tapi entah kenapa tiba2 menjadi lebih besar lagi sebesar telur ayam dan mengalami infeksi, saya dibawa anak saya ke dokter untuk pemeriksaan, lalu  benjolan itu dironsen unt kepastiannya benjolan ini benjolan apa dan hasil ronsennya adalah tumor lemak, lalu dokter menyarankan untuk di operasi, tapi setelah tau usia saya yang sudah 67 tahun, dokter ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-2315" style="margin: 10px;" title="7_Juli_11" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/10/7_Juli_111.png" alt="7_Juli_11" width="358" height="538" />Berawal dari tahi lalat kecil, di usia tua tahi lalat itu rupanya membesar sebesar biji kelereng dan saya tak merasakan rasa sakit dan tak merasakan meriang atau nyeri. Pembesaran yang ku alami ini selama hampir  1.2 bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi entah kenapa tiba2 menjadi lebih besar lagi sebesar telur ayam dan mengalami infeksi, saya dibawa anak saya ke dokter untuk pemeriksaan, lalu  benjolan itu dironsen unt kepastiannya benjolan ini benjolan apa dan hasil ronsennya adalah tumor lemak, lalu dokter menyarankan untuk di operasi, tapi setelah tau usia saya yang sudah 67 tahun, dokter pun agak ragu untuk melakukan operasi, karena harus melakukan pemeriksaan dari seluruh organ.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya anak saya menyarankan untuk tak usah di operasi dan  anak saya memberi saya minum obat herbal seperti gano 2 x 4 setelah makan, Noni Juice 1 x 2 sendok makan , dan grape seed 1 x 2tab setelah makan , dan dari luarnya benjolan saya setiap pagi ditaburi dengan gano, dan malam harinya di temple dengan kenzotakara,  Obat &#8211; obatan semua ini saya konsumsi selama 2 bulan, semua produk dari Diamond Interest</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-2318 alignright" style="margin: 10px;" title="7_Juli_11a" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/10/7_Juli_11a.png" alt="7_Juli_11a" width="274" height="195" />Didalam perjalanan waktu proses pengobatan itu tiba2 benjolan tersebut pecah dan keluar aroma bau yang menyengat , benjolan yang pecah selain keluar cairan keluar juga berupa daging2 halus yang bau yang menjijikan. Dengan sabar terus obat herbal tetep diminum dan kenzo tetap terus ditempelkan pada malam harinya, dan dipagi dan siang harinya benjolan dibersihkan dengan air klorofil dan ditaburkan gano di permukaan benjolan, akhirnya benjolan yang pecah berlobang dan terus lobang itu ditaburi dengan gano dan clorofil. Akhirnya lama kelamaan benjolan tersebut mengering meskipun lobang tersebut tak tertutup rapat kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya bebas dari tumor lemak, dan yang saya konsumsi sekarang hanya gano saja, setiap hari hanya 2&#215;2 tab, karena menurut dokter tumor ini selalu timbul ditempat2 lain , saya konsumsi gano sebagai antisipasi takut timbul kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah cerita saya, saya mau ucapkan terima kasih atas bantuannya  YANG MAHA KUASA telah menyembuhkan saya berkat produk terhebat yang ada  DIAMOND INTEREST.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/mukjizat-sembuh-dari-penyakit-tumor-lemak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PUASA BULAN RAMADHAN UNTUK IBU HAMIL</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/puasa-bulan-ramadhan-untuk-ibu-hamil/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/puasa-bulan-ramadhan-untuk-ibu-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 12:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Product Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=2280</guid>
		<description><![CDATA[Kehamilan adalah suatu periode yang istimewa. Walaupun kehamilan bukanlah suatu penyakit namun Kitab Suci Al Quran memberi kemudahan khusus kepada para muslimah yang sedang dalam masa kehamilan. Kemudahan khusus tersebut adalah, jika ternyata kehamilan dinyatakan oleh dokter akan beresiko atau menimbulkan masalah untuk ibu dan janinnya, maka para muslimah yang sedang hamil diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan. 
Secara medis kondisi kehamilan yang dapat beresiko atau menimbulkan masalah bagi ibu dan janinnya antara lain :

 Kehamilan dengan disertai Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus).
 Kehamilan dengan riwayat pernah keguguran pada kehamilan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Kehamilan adalah suatu periode yang istimewa. Walaupun kehamilan bukanlah suatu penyakit namun Kitab Suci Al Quran memberi kemudahan khusus kepada para muslimah yang sedang dalam masa kehamilan. Kemudahan khusus tersebut adalah, jika ternyata kehamilan dinyatakan oleh dokter akan beresiko atau menimbulkan masalah untuk ibu dan janinnya, maka para muslimah yang sedang hamil diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan. </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Secara medis kondisi kehamilan yang dapat beresiko atau menimbulkan masalah bagi ibu dan janinnya antara lain :</p>
<ul>
<li> <strong>Kehamilan dengan disertai Penyakit Kencing Manis (Diabetes Mellitus).</strong></li>
<li><strong> Kehamilan dengan riwayat pernah keguguran pada kehamilan sebelumnya.</strong></li>
<li><strong> Kehamilan dengan riwayat sebelumnya sulit hamil.</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-2282 alignright" style="margin: 10px;" title="7_Juli_11" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/10/7_Juli_11.png" alt="7_Juli_11" width="312" height="408" />Kondisi khusus lainnya yang juga diperkenankan untuk tidak berpuasa di Bulan Ramadhan adalah bagi kaum muslimah yang sedang menyusui ASI untuk bayinya.<br />
Berdasarkan pendapat seorang ahli Dr. nervine El Hafnawy dari Cairo Motherhood Center di Mesir, seorang ibu hamil diperkenankan putus puasa atau segera berbuka jika di saat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan merasakan beberapa ketidaknyamanan berikut ini :</p>
<ul>
<li> <strong>Sakit kepala</strong></li>
<li><strong> Rasa panas di perut</strong></li>
<li><strong> Banyak berkeringat</strong></li>
<li><strong> Rasa kelelahan yang berlebihan</strong></li>
<li><strong> Rasa mau pingsan</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jika kehamilan cukup sehat dalam pengertian tidak beresiko atau bermasalah maka puasa sebaiknya tetap “tidak” dijalankan oleh para ibu hamil dengan usia kehamilan 1 sampai 3 bulan. Para ibu hamil baru relatif aman untuk berpuasa pada usia kehamilan memasuki bulan ke- 4 sampai bulan ke-9. Pertimbangan medis untuk hal tersebut adalah; selama ibu hamil berpuasa maka gerak janin dapat melambat karena berkurangnya kadar gula darah (Glucosa) di dalam tubuh ibu. Memasuki usia kehamilan 4 sampai 9 bulan walaupun para ibu hamil diizinkan berpuasa namun tetap harus di bawah pengawasan dokter kebidanan dan kandungan serta kondisi kesehatan si ibu harus benar-benar sehat.<br />
Selama ibu hamil berpuasa di Bulan Ramadhan perlu diperhatikan perihal antara lain; asupan air putih harian, olahraga selama kehamilan, dan kebutuhan waktu tidur selama kehamilan. Seorang ibu hamil dengan usia kehamilan yang sudah diizinkan untuk berpuasa selama Bulan Ramadhan memerlukan asupan sekitar 2 Liter air putih per hari, yang dapat dicicil pemenuhannya dari saat berbuka puasa di sore hari sampai dengan saat sahur di pagi hari. Bagi ibu hamil yang sehat dan dengan usia kehamilan yang sudah diizinkan untuk berpuasa di Bulan Ramadhan perlu juga melakukan olahraga dengan intensitas rendah untuk memelihara stamina tubuhnya agar tidak kehabisan tenaga saat persalinan tiba. Seorang ibu hamil setidaknya membutuhkan waktu 8 jam per hari untuk tidur. Karena di Bulan Ramadhan seringkali waktu tidur malam menjadi berkurang, maka ibu hamil perlu menggantikan waktu tidur ini di siang harinya.<br />
Dan yang paling penting selama kehamilan adalah dianjurkan makan makanan yang memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi, karena saat kehamilan para ibu tidak hanya makan untuk dirinya sendiri tetapi juga memenuhi kebutuhan zat gizi janin dalam kandungan untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Untuk membantu memenuhi asupan kebutuhan zat gizi selama kehamilan yang seringkali tidak dapat terpenuhi dari setiap porsi makanan yang kita makan sehari-hari maka P.T Diamond Interest menyediakan produk-produk makanan kesehatan berupa Spirulina tablet atau Seawater Spirulina dan Goat&#8217;s Milk Tablet. Jika produk-produk makanan kesehatan ini dikonsumsi dengan takaran sesuai usia kehamilan maka sangat membantu menjaga pemenuhan kelengkapan zat gizi untuk ibu dan janinnya. Untuk hasil yang optimal, Spirulina tablet atau Seawater Spirulina dapat dikonsumsi setelah makan dan Goat&#8217;s Milk dapat dikonsumsi sebelum makan. Jika selama kehamilan atau berpuasa terdapat keluhan pencernaan seperti; mual atau/dan muntah maka sebelum makan dapat dikonsumsi Jelly Gamat (Sea Cucumber) sesuai waktu timbulnya keluhan pencernaan tersebut.</p>
<p><span style="font-size: medium;"><strong>Selamat Mencoba dan Salam Sehat &#8230;&#8230;.!!</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/puasa-bulan-ramadhan-untuk-ibu-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VITAMIN C (Asam Askorbat)</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/vitamin-c-asam-askorbat/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/vitamin-c-asam-askorbat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 11:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Product Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=2265</guid>
		<description><![CDATA[Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan sesuatu yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi penerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Vitamin C atau asam askorbat dikenal peranannya dalam menjaga dan memperkuat imunitas/kekebalan tubuh terhadap infeksi.
 Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-2267" style="margin: 10px; border: 0pt none;" title="7_Juli_11 Vit C 1" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/10/7_Juli_11-Vit-C-1.png" alt="7_Juli_11 Vit C 1" width="220" height="207" /><span style="font-size: medium;"><strong>Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan sesuatu yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi penerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Vitamin C atau asam askorbat dikenal peranannya dalam menjaga dan memperkuat imunitas/kekebalan tubuh terhadap infeksi.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"> </span>Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Buah-buahan, seperti jeruk, merupakan sumber utama vitamin ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Sejarah penemuan</strong></span><br />
Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan sesuatu yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Vitamin C atau asam askorbat dikenal peranannya dalam menjaga dan memperkuat imunitas/kekebalan tubuh terhadap infeksi. Pada beberapa penelitian lanjutan, ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti pada Texas Woman&#8217;s University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: medium;">Peranan vitamin C dalam tubuh</span></strong><br />
Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan organ lain di dalam tubuh manusia. <img class="alignright size-full wp-image-2269" style="margin: 10px;" title="7_Juli_11.png_vitC_jeruk" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/10/7_Juli_111.png_vitC_jeruk1.png" alt="7_Juli_11.png_vitC_jeruk" width="262" height="243" />Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan. Kolagen sendiri sangat berperan dalam mempertahankan struktur pembuluh darah, mempertahankan kelenturan dan memperbaiki fungsi denyut.  Sehingga secara tak langsung maupun langsung dapat dikatakan kalau vitamin C dapat mempertahankan fungsi pembuluh darah sehingga tidak mudah rapuh dan tidak mudah menimbulkan perdarahan, terutama pada pembuluh darah kecil/kapiler.<br />
Buah jeruk, adalah salah satu sumber vitamin C terbesar. Vitamin C juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker.<br />
Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C, menurun sampai 81%.<br />
Hipoaskorbemia (kekurangani asam askorbat) bisa berakibat sariawan, baik di dalam mulut maupun lambung, kulit menjadi kasar, gusi tidak sehat menyebabkan gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah serta mengalami depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Konsumsi</strong></span><br />
Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada pola hidup masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat anti kejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.<br />
<img class="size-full wp-image-2271 alignleft" style="margin: 10px;" title="7_Juli_11.png-Vitc" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/10/7_Juli_11.png-Vitc.png" alt="7_Juli_11.png-Vitc" width="171" height="280" />Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.</p>
<p><span style="font-size: medium;"><strong>Peranan Diamond Interest</strong></span><br />
Diamond Interest International, dengan produk <strong>Dyna-C</strong> (100mg – 250mg – 500mg) memiliki, pH antara 3 – 4 dengan kelarutan 98% (hampir sempurna) membentuk larutan koloid tanpa endapan.  Di dalam tubuh Dyna-C (asam askorbat) dirubah menjadi bentuk garam, dan garam askorbat inilah yang kemudian menjalankan fungsinya dalam menyehatkan tubuh manusia seperti yang dijelaskan di atas.</p>
<p><span style="font-size: medium;">Konsumsi <strong>Dyna-C</strong> mulai sekarang, sebelum kesehatan anda terganggu&#8230;!</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/10/vitamin-c-asam-askorbat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesehatan Mata</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/08/kesehatan-mata/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/08/kesehatan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 14:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Product Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=2211</guid>
		<description><![CDATA[Pengelihatan yang normal, dan sehat dapat terwujud bilamana organ mata berada dalam keadaan yang   sehat dan ini diperoleh bilamana  gizi yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan mata yang sehat.  Mata terdiri dari beberapa struktur yang bekerja berkesinambungan,  untuk memfokuskan sinar cahaya dari objek yang kita lihat, ke dalam gambar dan mengirimkannya ke otak kita melalui impuls listrik.  Mata berada di dalam orbit tulang tengkorak agar mendapat perlindungan terhadap trauma, tetapi tidak dapat melindungi mata dari luka.
Oleh : dr. Zen Djaja, M.D

Struktur mata
Bagian depan setiap mata ditutupi oleh kelopak mata, yang berkedip ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-1.jpg"><img class="size-full wp-image-2212 alignleft" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 1" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-1.jpg" alt="Kesehatan mata 1" width="279" height="159" /></a><span style="font-size: medium;"><strong>Pengelihatan yang normal, dan sehat dapat terwujud bilamana organ mata berada dalam keadaan yang   sehat dan ini diperoleh bilamana  gizi yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan mata yang sehat.  Mata terdiri dari beberapa struktur yang bekerja berkesinambungan,  untuk memfokuskan sinar cahaya dari objek yang kita lihat, ke dalam gambar dan mengirimkannya ke otak kita melalui impuls listrik.  Mata berada di dalam orbit tulang tengkorak agar mendapat perlindungan terhadap trauma, tetapi tidak dapat melindungi mata dari luka.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Oleh : dr. Zen Djaja, M.D</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Struktur mata</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bagian depan setiap mata ditutupi oleh <strong><em>kelopak mata</em></strong>, yang berkedip secara berkala untuk menyebarkan air mata di atas permukaan mata dan menghapus materi yang tidak diinginkan. Kelopak mata juga memiliki kelenjar yang mengeluarkan minyak ke kornea, agar kornea tidak mengalami kekeringan sehingga tetap bening.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2213" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 2" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-2.jpg" alt="Kesehatan mata 2" width="250" height="206" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em> Kornea</em></strong> adalah selaput bening yang meliputi daerah dimana mata menerima cahaya. Kornea meliputi ‘<em>pupil dan i</em> <em>ris</em>’ (yaitu lubang gelap dan bagian berwarna). Sedangkan bagian mata yang berwarna putih, namanya <em>Sklera, </em>bagian ini tidak dilapisi oleh kornea.  Sklera, terbentuk oleh jaringan ikat yang keras. Sedangkan lapisan, halus tipis dari jaringan, yang berhubungan dengan kelopak mata disebut ‘<em>Konjungtiva</em>’,  yaitu meliputi seluruh permukaan bola mata dan garis permukaan bagian dalam kelopak mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian yang memberikan warna mata disebut ‘<em>Iris</em>’ yaitu pembuka-penutup yang terdiri dari otot polos fungsinya melakukan kontraksi dan relaksasi guna memperluas dalam menanggapi tingkat cahaya.. Ketika kontraksi iris terjadi, pupil mengecil, menyebabkan cahaya masuk ke dalam mata lebih sedikit. Sebaliknya, ketika otot iris relaksasi, pupil membesar, sehingga memungkinkan cahaya masuki ke dalam mata lebih banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Struktur mata di belakang iris adalah ‘<strong><em>Lensa</em></strong>’. Lensa mata tergantung erat oleh serabut serabut otot halus yang disebut dengan <em>zonules</em>. Lensa dan kornea bersama-sama melakukan fokus pada semua gambar yang masuk ke dalam mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Di balik lensa mata terdapat ruang yang di isi oleh cairan yang berbentuk seperti jeli disebut dengan <em>humor vitreous</em>. Humor vitreous mengisi sebagian besar bola mata untuk memberikan bentuk bulat yang diperlukan untuk menghasilkan fokus gambar yang tepat. Permukaan dinding dalam mata, dilapisi oleh lapisan yang peka cahaya dan berhubungan erat dengan  jaringan saraf yang disebut dengan ‘<strong><em>Retina</em></strong>’. Sebuah persamaan yang mudah adalah yang terjadi pada retina mata sama dengan apa yang terjadi pada film dari sebuah kamera.</p>
<p style="text-align: justify;">Retina terdiri dari fotoreseptor (<em>sel pendeteksi-cahaya</em>), yaitu kumpulan dari serabut saraf, dan pembuluh darah. Ada dua jenis fotoreseptor : <em>batang</em> dan <em>kerucut</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-3.jpg"><img class="size-full wp-image-2214 alignnone" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 3" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-3.jpg" alt="Kesehatan mata 3" width="575" height="356" /></a>Batang sangat peka terhadap cahaya, tetapi mendeteksi hanya hitam dan putih. Kerucut mendeteksi warna tapi membutuhkan cahaya lebih dari pada yang diterima batang. Hal ini menjelaskan mengapa objek yang berada di dalam cahaya yang redup akan muncul sebagai nuansa abu-abu, hitam, atau putih.</p>
<p style="text-align: justify;">Batang dan kerucut bersama-sama, menangkap gambar dan mengirimkannya ke otak melalui <strong><em>Saraf optik</em></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian yang paling penting dari retina adalah ‘<strong><em>Makula</em></strong>’. Daerah ini merupakan kumpulan dari fotoreseptor dan bertanggung jawab untuk penglihatan sentral.  Serabut saraf di makula dan bagian lain dari retina bergabung membentuk saraf optik, dimana merupakan satuan kabel yang menghubungkan mata ke otak.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Bagaimana Mata Melihat</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2215" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 4" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-4.jpg" alt="Kesehatan mata 4" width="203" height="177" /></a>Ketika seseorang melihat sebuah obyek, sinar cahaya memantul dari objek yang kemudian menembus kornea, berkas sinar lalu menuju pusat retina dengan proses yang dikenal sebagai pembiasan. Sinar cahaya yang melalui pupil akan disesuaikan menurut gelap -- terangnya sinar yang kemudian diteruskan melalui lensa. Jika mata memfokuskan benar, maka berkas sinar cahaya akan jatuh ke retina, terutama pada makula dengan tepat sebagai gambar terbalik. Gambar ini ditangkap oleh fotoreseptor dan kemudian ditransfer melalui lapisan serabut saraf retina ke saraf optik, yang menghubungkannya ke otak, di mana gambar itu kemudian ditafsirkan sebagai bayangan tegak.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-5.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2216" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 5" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-5.jpg" alt="Kesehatan mata 5" width="233" height="135" /></a>Ketika mata tidak benar memfokus sinar cahaya gambar, maka hasilnya adalah kesalahan bias. Ada dua jenis kesalahan bias yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">ketika gambar difokuskan jatuh di “<strong>depan</strong>” retina (<em>dekat-sightedness, atau miopia</em>) atau</p>
<p style="text-align: justify;">di &#8220;<strong>belakang</strong>&#8221; retina (<em>jauh-sightedness, atau hypermetropia</em>).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Astigmatisme, </em></strong>ini terjadi ketika gelombang cahaya mengganggu satu sama lain sebagai jarak dari sumbu pusat meningkat sehingga gambar di mana pun menjadi buram kecuali di tengah. Keadaan “Silindris” ini biasanya disebabkan oleh kornea yang sudah tidak beraturan lagi. Keadaan ini dapat terjadi secara tunggal atau bersamaan dengan kondisi miopia atau hypermetropia.</p>
<p style="text-align: justify;">Baik miopia, hypermetropia, maupun Silindris biasanya semua bisa dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak, atau bedah refraktif seperti LASIK.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain kesalahan bias, kebanyakan orang akan menjadi <em>presbiopia</em> di sekitar usia 40 tahun ke atas.  Keadaan ini terjadi ketika lensa mata tidak bisa lagi memfokus pada gambar dekat karena terkait usia hal mana karena terjadi kekakuan lensa mata. Bagi orang yang tidak pernah memakai kacamata, kacamata baca biasanya diperlukan mulai sekitar usia 40 tahunan. Bagi mereka yang sudah memakai kacamata, atau bentuk lain dari koreksi ganda sering dibutuhkan. Presbiopia adalah kondisi ireversibel (<em>tidak dapat disembuhkan</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Penyakit Mata</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kesehatan mata sangat bergantung pada sistem saraf dan jantung yang sehat. Gambar yang diterima oleh mata dilanjutkan sebagai impuls listrik ke otak, di mana mereka diproses dan kemudian dirubah menjadi gambar mental yang selanjutnya adalah seperti apa yang kita &#8220;<strong>lihat</strong>&#8220;, Menjaga kesehatan saraf mata secara optimal akan memberikan dampak pada  kapasitas fungsi pengelihatan. Demikian pula, dengan sistem, akan memberikan mata kaya akan persediaan darah beroksigen dan menghapus produk limbah yang dihasilkan oleh struktur mata. Retina dan struktur sekitarnya sangat kaya dengan pembuluh darah dan bergantung pada sistem peredaran darah yang sehat dan kesehatan jantung yang optimal. Banyak unsur gizi yang memiliki potensi untuk mempertahankan atau meningkatkan kesehatan mata yaitu dengan melakukan berbagai upaya terhadap kesehatan sistem kardiovaskular (<em>peredaran darah dan jantung</em>) serta kesehatan saraf -- otak.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-7.jpg"><img class="size-full wp-image-2217 alignleft" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 7" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-7.jpg" alt="Kesehatan mata 7" width="209" height="211" /></a>Selain bias dan kesalahan fokus lainnya yang menyebabkan penglihatan menurun, banyak penyakit mata yang bisa terjadi, baik yang sifatnya sementara atau menetap, dan sangat mempengaruhi fungsi penglihatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin masalah yang paling serius adalah terjadinya kanker kulit. Yaitu yang terjadi pada kulit kelopak mata dimana dapat berkembang menjadi tumor. Sebagai mana kita ketahui bahwa kelopak mata, dan mungkin seluruh kulit wajah, seumur hidupnya terpapar oleh sinar matahari lebih sering daripada kulit bagian tubuh lainnya, sehingga risiko kanker kulit di daerah kelopak mata menjadi lebih tinggi pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Konjungtiva yang mengalami peradangan akibat terinfeksi kuman atau akibat lainnya mengakibatkan mata menjadi merah. Penyakit ini disebut dengan <strong><em>konjungtivitis</em></strong>. Penyebab paling umum dari konjungtivitis alergi meliputi, mata kering, dan infeksi akibat virus (<em>penyakit mata yg menular</em>). Jenis bakteri dan infeksi lainnya juga dapat menyebabkan penyakit mata yg menular. <strong><em>Reaksi alergi</em></strong>, berupa mata kering, dan akibat paparan bahan kimia dapat pula menyebabkan peradangan konjungtiva.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-9.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2218" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 9" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-9.jpg" alt="Kesehatan mata 9" width="301" height="178" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Karena kornea membantu fokus gambar ke mata kita, maka menjaga kejernihan menjadi hal yang sangat penting. Baik infeksi dan cedera dapat menghasilkan bekas luka yang meninggalkan kornea berawan. Dengan segala akibatnya adalah terjadi pengurangan jumlah cahaya yang masuk ke mata, sehingga mengurangi rangsangan dari pada fotoreseptor dan pengelihatan menjadi redup. Jaringan parut akibat trauma juga dapat mempengaruhi bentuk kornea, sehingga terjadi astigmatisme. Jaringan parut kornea yang paling ringan adalah akibat terlalu sering terpapar dengan debu dan yang paling parah, atau disebut dengan <strong><em>keratoconus</em></strong>, adalah salah satu alasan untuk dilakukan operasi pencangkokan kornea.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika sistem air mata tidak berfungsi dengan baik, maka mata menjadi kering. Dalam beberapa kasus, dapat melemahkan. Mata kering dapat disebabkan oleh <strong><em>penyakit rematologi</em></strong> dan <strong><em>penyakit auto-imun</em></strong>, seperti <em>sindrom Sjögren, rheumatoid arthritis, </em>dan<em> lupus eritematosus sistemik</em>. Hal ini juga dikaitkan dengan efek samping sejumlah jenis obat. Mata kering dapat juga terjadi tanpa penyebab yang jelas. Kekeringan mata yang cukup parah jarang menyebabkan kerusakan menetap pada kornea.</p>
<p style="text-align: justify;">Struktur internal pertama di mata adalah ruang anterior, di mana humor aqueous menggenangi bagian belakang kornea, iris, dan bagian depan lensa. Jika aliran humor aqueous terlalu cepat atau terlalu lambat, maka terjadi tekanan di dalam mata menjadi tinggi. Ini merupakan salah satu keadaan yang disebut sebagai <strong><em>penyakit Glaukoma</em></strong>, yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara menetap. Glaukoma menyebabkan tekanan meningkat pada serabut saraf optik, mengurangi aliran darah, yang akihirnya dapat menyebabkan kerusakan bahkan kematian sel serabut saraf pada saraf optik. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-8.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2220" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 8" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-8.jpg" alt="Kesehatan mata 8" width="217" height="189" /></a>Dalam kasus lanjut, glaukoma juga dapat mengganggu penglihatan sentral. Sekali terjadi kehilangan penglihatan maka tidak dapat kembali.  Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa suplemen <strong><em>Ginkgo biloba</em></strong> dapat membantu pengobatan dan mencegah terjadinya glaukoma (<strong><em>Hirooka K et al 2004</em></strong>). Penelitian terbaru juga melibatkan masalah stress oksidatif sebagai faktor penyebab glaukoma. (<strong><em>Izzotti A et al 2006</em></strong>).</p>
<p style="text-align: justify;">Stress oksidatif (akibat polusi/radikal bebas) juga telah terlihat dalam perkembangan kejadian <strong><em>Katarak</em></strong> (<strong><em>Zoric L et al 2005</em></strong>). Katarak terjadi ketika lensa menjadi keruh akibat penuaan normal. Satu satunya penatalaksanaan untuk kasus katarak adalah melalui cara pembedahan, meskipun dalam beberapa penelitian telah disarankan untuk mengkonsumsi antioksidan untuk membantu mengurangi risiko pengembangannya. (<strong><em>Zoric L et al 2005</em></strong>).</p>
<p style="text-align: justify;">Operasi katarak memang adalah operasi yang paling umum dilakukan untuk mengembalikan fungsi pengelihatan namun tidak sebaik sebelum menderita katarak mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesehatan mata juga dipengaruhi oleh penyakit sistemik, seperti diabetes, aterosklerosis, dan hipertensi, yang dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada retina. Pada retinopati diabetes, pembuluh darah kecil retina menjadi rapuh dan dapat menyebabkan pendarahan. Selain itu kecukupan oksigen yang menurun, menyebabkan beberapa daerah retina menjadi kekurangan oksigen. Mata dapat merespon dengan membentuk lebih banyak pembuluh darah (<em>neovaskularisasi</em>), tetapi pembuluh darahnya sangat rapuh. Dalam banyak kasus, mereka dapat berdarah secara langsung ke bagian belakang mata. Pada orang dengan tekanan darah tinggi misalnya, pembuluh darah retina bisa berubah bentuk dan menjadi tidak sehat. Penyakit aterosklerosis dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil mata dan menyebabkan hambatan aliran darah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Cara mencegah dan merawat kesehatan mata secara efisien dan efektif</strong></span><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-10.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2219" style="margin: 10px;" title="Kesehatan mata 10" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Kesehatan-mata-10.jpg" alt="Kesehatan mata 10" width="177" height="177" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak cara dan teknik digunakan untuk melakukan pengobatan mata, dari mulai yang sederhana (menggunakan obat tetes mata) sampai kepada operasi dan teknik yang mutakhir yaitu dengan sinar ‘Laser’ tindakan ‘Lasik’ dan sebagainya. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita memelihara sepasang mata kita agar terhindar dari berbagai penyakit mata yang sering terjadi. Kini Diamond Interest hadir dengan produk supplemen yang cukup dikenal dan sering dianjurkan oleh para ahli mata yaitu mengkonsumsi buah “<strong>Billbery</strong>”. Diamond Interest hadir dengan ‘<strong>Billbery capsule</strong>’ yang sangat efektif untuk melakukan pemeliharaan kesehatan mata dari dalam.</p>
<p style="text-align: justify;"><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="590" height="470" data="http://www.youtube.com/v/b2tsSC_NZxg&amp;rel=0&amp;color1=234900&amp;color2=4e9e00&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0&amp;ap=%2526fmt%3D18"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/b2tsSC_NZxg&amp;rel=0&amp;color1=234900&amp;color2=4e9e00&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0&amp;ap=%2526fmt%3D18" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="wmode" value="transparent" /></object></span><a href="http://www.youtube.com/watch?v=b2tsSC_NZxg&fmt=18"><img src="http://img.youtube.com/vi/b2tsSC_NZxg/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/08/kesehatan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Osteoartheritis</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/08/penyakit-osteoartheritis/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/08/penyakit-osteoartheritis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 11:25:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Product Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=2165</guid>
		<description><![CDATA[Kelainan sendi yang sering terjadi seiring dengan meningkatnya usia manusia, tidak ada obatnya namun dapat dicegah keberadaannya. Namun sayangnya hal ini sering terabaikan, akibat ketidaktahuan masalah kesehatan sendi dan juga kelalaian diri dalam merawat kesehatan diri.
 
Oleh : dr. Zen Djaja, M.D.
 
 Osteoartheritis, merupakan salah satu jenis penyakit “Sendi” yang timbul seiring dengan bertambahnya usia. Proses ini sudah mulai terjadi sejak menginjak usia 40 tahun. Dan bagi yang memiliki riwayat trauma sendi bisa menjadi lebih cepat. Tetapi sebaliknya bagi yang mempunyai riwayat sebagai olah ragawan atau yang rajin berlatih ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong>Kelainan sendi yang sering terjadi seiring dengan meningkatnya usia manusia, tidak ada obatnya namun dapat dicegah keberadaannya. Namun sayangnya hal ini sering terabaikan, akibat ketidaktahuan masalah kesehatan sendi dan juga kelalaian diri dalam merawat kesehatan diri.</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh : dr. Zen Djaja, M.D.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><span style="font-size: medium;"><strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Rawan-sendi.png"><img class="size-full wp-image-2167 alignleft" style="margin: 10px;" title="Rawan sendi" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Rawan-sendi.png" alt="Rawan sendi" width="250" height="167" /></a></strong></span>Osteoartheritis, merupakan salah satu jenis penyakit “Sendi” yang timbul seiring dengan bertambahnya usia. Proses ini sudah mulai terjadi sejak menginjak usia 40 tahun. Dan bagi yang memiliki riwayat trauma sendi bisa menjadi lebih cepat. Tetapi sebaliknya bagi yang mempunyai riwayat sebagai olah ragawan atau yang rajin berlatih olah raga percepatan proses mungkin bisa menjadi lebih lambat atau diperlambat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sendi terdiri dari dari beberapa komponen, dimana merupakan pertemuan antara lebih dari 1 tulang yang berhubungan satu sama lainnya yang kemudian dapat berfungsi untuk melakukan berbagai pergerakan tergantung daripada jenis sendinya. Untuk dapat melakukan gerakan yang prima atau sempurna maka komponen sendi yang terdiri dari tulang-tulang rawan, jaringan ikat sendi (ligamentum), otot penggerak, dan syaraf motorik harus berada dalam keadaan yang sempurna. Salah satu komponen sendi yang cukup berdampak dan beresiko tinggi menjadikan kelainan adalah terjadinya penyempitan sendi akibat penebalan tulang rawan.  Penebalan tulang rawan menyebabkan <span style="font-size: medium;"> </span>strukturnya menjadi lebih tebal, kasar dan akibatnya celah sendi menjadi menyempit. Keadaan inilah yang kemudian membuat persendian menjadi tidak lagi optimal fungsinya, terjadi keterbatasan pada gerakan dan nyeri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Terjadinya perubahan struktur tulang rawan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>Apa yang sebenarnya terjadi pada tulang rawan ? Tulang rawan terdiri dari sejumlah senyawa organik yaitu ikatan glukosamin-chondroitin. Senyawa ini adalah dasar dari bangunan tulang rawan. Dan ketika terjadi penurunan jumlah maka akan diiringi dengan perubahan struktur tulang rawan yang kemudian akan terjadi penebalan dan permukaannya menjadi kasar. Penurunan jumlah senyawa glukosamin adalah seiring dengan pertambahan usia dan ini adalah yang disebut dengan “<strong><em>Proses Degenerasi</em></strong>”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Apakah Glukosamin itu ?</strong></span><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Glukosamin.png"><img class="size-full wp-image-2166 alignright" style="margin: 10px;" title="Glukosamin" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Glukosamin.png" alt="Glukosamin" width="200" height="200" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"> </span><strong>Glukosamin</strong> adalah senyawa amino monosakarida yang ditemukan pada kulit udang, proteoglikan, dan glikosaminoglikan. Proteoglikan merupakan bentuk dasar matriks ekstraseluler dari jaringan penyambung tulang rawan sendi.</p>
<p style="text-align: justify;">Glukosamin merupakan zat alami penyusun rawan sendi yang diproduksi oleh tubuh dalam jumlah cukup, supaya terjadi pergerakan sendi yang optimal lancar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertambahan usia, menyebabkan kemampuan tubuh menghasilkan glikosamin menurun, sehingga tulang rawan menjadi aus dan tidak lagi efektif sebagai peredam goncangan saat sendi digerakan.  Ketidak mampuan menjaga produksi glikosamin inilah yang dianggap dapat memicu timbulnya penyempitan sendi atau sering disebut sebagai <strong><em>Osteoarthritis</em></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Untitled-1.png"><img class="alignleft size-full wp-image-2168" style="margin: 10px;" title="Untitled-1" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Untitled-1.png" alt="Untitled-1" width="368" height="287" /></a>Jadi glukosamin dapat membantu memperbaiki fungsi sendi sehingga dapat mengurangi rasa nyeri dan membantu merupakan salah satu pengobatan pelengkap/komplementer. Untuk memperlambat progresivitas rematik serta terjadinya Osteoarthritis.  Salah satu upaya agar persendian berfungsi dengan baik tanpa mengalami keluhan apapun,  maka sebaiknya mengkonsumsi Supplemen yang mengandung senyawa Kolagen – <strong>Glukosamin – </strong>Vitamin C. Senyawa-senyawa ini merupakan satu kesatuan di dalam membentuk ikatan yang sempurna mempertahankan struktur rawan sendi agar dapat berfungsi sesuai yang diharapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Peranan Produk Diamond Interest mempertahankan fungsi persendian yang optimal</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jeli Gamat, kandungan aktifnya yang terdiri dari ekstrak Kolagen – Glukosamin, membuat tubuh dapat mempertahankan struktur rawan sendi yang optimal. Vitamin C selain berguna untuk menghalau radikal bebas yang dapat merusak ikatan kompleks Kolagen dan Glukosamin, juga dapat mempertahankan keutuhan dari ikatan Kolagen – Glukosamin yang diperoleh dari supplemen agar tidak mudah larut dan rusak.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Untitled-2.png"><img class="alignleft size-full wp-image-2169" title="Untitled-2" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2011/08/Untitled-2.png" alt="Untitled-2" width="575" height="181" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="590" height="470" data="http://www.youtube.com/v/rcJPnVY4_lc&amp;rel=0&amp;color1=234900&amp;color2=4e9e00&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0&amp;ap=%2526fmt%3D18"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rcJPnVY4_lc&amp;rel=0&amp;color1=234900&amp;color2=4e9e00&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0&amp;ap=%2526fmt%3D18" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="wmode" value="transparent" /></object></span><a href="http://www.youtube.com/watch?v=rcJPnVY4_lc&fmt=18"><img src="http://img.youtube.com/vi/rcJPnVY4_lc/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.4shared.com/get/vLBDvrCk/Penyakit_Tulang__Sendimp4.html" target="_blank">Download Video tentang OSTEOARTHERITIS<br />
</a></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.4shared.com/document/nWuQ_w_K/GLUKOSAMIN_untuk_Rhematik.html" target="_blank">Download Artikel ini<br />
</a></span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2011/08/penyakit-osteoartheritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Alzheimer</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/05/penyakit-alzheimer/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/05/penyakit-alzheimer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 07:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=1497</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : dr.Zen Djaja, M.D
(Medical Consultant Diamond Interest International)


 
Alzheimer, salah satu penyakit “Degenerasi” sistem susunan syaraf pusat, yang belum diketahui penyebabnya dan belum ditemukan obatnya.  Namun dapat dihindari dengan memperbaiki “Pola hidup &#38; Pola makan”
 
Sejarah Tentang Alzheimer 

Pada suatu pertemuan ilmiah, tepatnya di bulan Nopember 1906, seorang dokter berkebangsaan German, bernama “Alois Alzheimer” memberi presentasi temuannya yaitu tentang sebuah kasus yang diderita oleh seorang wanita berusia 51 tahun, bernama “Ny. Auguste D.,”.
Wanita ini dibawa oleh keluarganya pada awal 1901 untuk berobat pada Dr. Alois Alzheimer karena mengalami berbagai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: right;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: small;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/dr-Zen-Djaja.jpg"><img class="alignright size-full  wp-image-1507" style="margin: 10px;" title="dr Zen Djaja" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/dr-Zen-Djaja.jpg" alt="dr Zen Djaja" width="100" height="141.5" /></a></span></span></h2>
<h2 style="text-align: right;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-size: small;">Oleh : dr.Zen Djaja, M.D<br />
(Medical Consultant Diamond Interest International)</span></span></h2>
<p><span style="font-size: medium;"><br />
</span></p>
<h2><span style="font-size: medium;"> </span></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Alzheimer, salah satu penyakit “Degenerasi” sistem susunan syaraf pusat, yang belum diketahui penyebabnya dan belum ditemukan obatnya.  Namun dapat dihindari dengan memperbaiki “Pola hidup &amp; Pola makan”</strong></span></p>
<h2><span style="font-size: medium;"> </span></h2>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: large;">Sejarah Tentang Alzheimer </span></strong></p>
<h2><span style="font-size: medium;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/1864a.jpg"><img class="size-full wp-image-1502 alignleft" style="margin: 10px;" title="1864a" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/1864a.jpg" alt="1864a" width="146" height="226" /></a></span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu pertemuan ilmiah, tepatnya di bulan Nopember 1906, seorang dokter berkebangsaan German, bernama “Alois Alzheimer” memberi presentasi temuannya yaitu tentang sebuah kasus yang diderita oleh seorang wanita berusia 51 tahun, bernama “Ny. Auguste D.,”.<br />
Wanita ini dibawa oleh keluarganya pada awal 1901 untuk berobat pada Dr. Alois Alzheimer karena mengalami berbagai masalah kesehatan berupa lupa ingatan, berbagai kecurigaan terhadap suaminya tanpa alasan disertai kesulitan berbicara dan nyaris tak tahu apa yang baru dibicarakan.  Tanda dan gejala tersebut terus memburuk dengan cepat, dan hanya dalam beberapa tahun saja, ia sudah tidak mampu lagi untuk beraktivitas (hanya mampu berbaring di tempat tidur). Ny. Auguste D.  akhirnya meninggal dunia pada musim gugur di tahun 1906.    Dr. Alzheimer, mengaku bahwa dirinya belum pernah menjumpai penyakit dengan tanda dan gejala seperti itu sebelumnya. Dan atas dasar keinginannya mengembangkan dunia kedokteran, maka melalui izin dari keluarga, beliau melakukan bedah mayat (Outopsi) atas jasad almarhumah Ny. Auguste D.     Dari hasil outopsi otak Ny.Auguste ditemukan adanya penyusutan materi otak, terutama di bagian Cortex, yaitu lapisan terluar yang menyangkut kemampuan ingatan, berpikir, pengambilan keputusan dan kemampuan berbicara. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/auguste-deter-alzheimers-disease.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1513" style="margin: 10px;" title="auguste-deter-alzheimers-disease" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/auguste-deter-alzheimers-disease.jpg" alt="auguste-deter-alzheimers-disease" width="138" height="140" /></a>Di bawah pemeriksaan mikroskopik, beliau juga menemukan penimbunan lemak yang menyebar disekitar kapiler pembuluh darah, juga di dalam sel dan sekitar sel otak, selain itu juga dijumpai sel sel otak yang akan mati dan yang sudah mengalami kematian. Dr.Alzheimer terus mempublikasikan penemuannya itu, dan pada tahun 1910, sampai akhirnya seorang ahli ilmu penyakit jiwa, “Emil Kraepelin” mencatat pekerjaan/penemuan Alzheimer itu dan menggolongkannya penyakit tersebut ke dalam salah satu golongan penyakit “Kerusakan Otak”, serta mengusulkannya dengan menggunakan nama “Penyakit Alzheimer”  .</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Perbandingan-Otak-Normal-dan-Yang-Terserang-Penyakit-Alzheimer.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1517" style="margin: 10px;" title="Perbandingan Otak Normal dan Yang Terserang Penyakit Alzheimer" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Perbandingan-Otak-Normal-dan-Yang-Terserang-Penyakit-Alzheimer.jpg" alt="Perbandingan Otak Normal dan Yang Terserang Penyakit Alzheimer" width="565" height="244.5" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Apa Penyakit Alzheimer Itu ? </strong></span><br />
Berdasarkan penemuan di atas maka, oleh pengetahuan ilmu kedokteran mutakhir penyakit Alzheimer dirumuskan sebagai penyakit :</p>
<ul>
<li>Kerusakan Otak yang cepat memburuk dan membawa maut. Penyakit ini merusakan sel otak, sehingga mengakibatkan hilangnya kemampuan mengingat dan bermasalah dalam hal kemampuan berpikir.  Terjadi gangguan prilaku, hilangnya kemampuan beraktifitas, baik melaksanakan pekerjaan dasar, hoby maupun kehidupan sosial. Penyakit Alzheimer, semangkin lama menjadi semangkin parah dan berakibat fatal. Di Amerika Serikat penyakit ini tercatat sebagai penyakit pembunuh ke-7.</li>
<li>Penyebab Kepikunan terbanyak. Penyakit Alzheimer merupakan penyakit yang sering dikaitkan (50 – 80% kasus) dengan gangguan ingatan (memori) dan berbagai gangguan lain yang menyangkut kepandaian dan berbagai kemampuan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Selain penyakit Alzheimer, ada penyakit otak lain yang juga menyebabkan gangguan memori.</li>
<li>Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan. Pengobatan yang diberikan hanya bersifat membantu menghilangkan gangguannya saja, tanpa memberikan kesembuhan pada penyakit dasarnya. Banyak upaya yang dilakukan dan tidak sedikit menghabiskan biaya untuk itu. Tetapi penyakit Alzheimer tetap menempatkan dirinya sebagai salah satu dari sejumlah penyakit “Degenerasi” (= penurunan fungsi) yang tidak dapat disembuhkan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Adakah Upaya Pencegahannya ? </strong></span><br />
Penyakit Alzheimer sampai sekarang tidak diketahui penyebab pasti, tetapi para ahli penyakit syaraf  menganggap kalau ada pemicu yang mengarah pada meningkatnya resiko terjadinya penyakit Alzheimer yaitu :<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Keadaan-Otak.jpg"><img class="size-full wp-image-1520 alignright" style="margin: 10px;" title="Keadaan Otak" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Keadaan-Otak.jpg" alt="Keadaan Otak" width="232" height="342" /></a></p>
<ul>
<li>Perokok di atas usia 65 tahun memiliki resiko mengidap penyakit Alzheimer setinggi 79%.</li>
<li>Kegemukan (Obesitas) pada usia setengah baya dapat meningkatkan resiko Penyakit Alzheimer sampai 31/2 kali lebih tinggi.</li>
<li>Penderita Kencing manis yang tak terkontrol dapat beresiko tinggi mengidap penyakit Alzheimer.</li>
<li>Faktor Keturunan mencatat hanya 25% dari seluruh kasus.</li>
<li>Stress yang berkepanjangan dan dialaminya dalam waktu lama, dapat meningkatkan resiko Alzheimer sampai 4 kali lipat.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Seringnya menerima trauma pada kepala (petinju), juga bisa memberikan resiko terkena penyakit Alzheimer. Nampaknya dari sejumlah pengalaman dan pelajaran dari berbagai catatan kasus, para peneliti dan para ahli penyakit syaraf pun tidak mengabaikan kemungkinan meningkatnya resiko penyakit Alzheimer yang dipicu oleh masalah “Gaya Hidup” ketimbang faktor keturunan. Dari hasil pantauan inilah kemudian mereka sepakat untuk mengupayakan pencegahan melalui berbagai cara perkaya gizi dan melengkapinya dengan berbagai supplemen – makanan kesehatan yang memberikan kekuatan pada otak.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Gizi  &amp; Makanan Sehat Yang Dibutuhkan Bagi Kesehatan Otak </strong></span><br />
Berbagai gizi yang bersumber dari tumbuhan (Herbal), menjadi pilihan utama, terutama yang mengandung cukup vitamin dan asam amino. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Bentuk-Gizi-Otak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1523" style="margin: 10px;" title="Bentuk Gizi Otak" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Bentuk-Gizi-Otak.jpg" alt="Bentuk Gizi Otak" width="311" height="493" /></a>Mengkonsumsi makanan yang mengandung Vitamin seperti Asam Folat, B12 serta vitamin D setiap hari dapat memelihara dan meningkatkan kemampuan daya ingat (memori).    Asam lemak essensial dalam bentuk “Omega 3”, serta berbagai biji bijian (termasuk ekstrak biji anggur) sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin sebagai tambahan pada makanan sehari-harinya. Gizi yang terdapat di dalam susu (Susu Kambing) juga banyak membantu.    Perhatian khusus juga dilakukan terhadap buah buahan dan sayur mayur. Suatu alasan yang tepat dan bijak, karena buah buahan mengandung cukup vitamin, antioksidan, serta zat hijau daun yang berasal dari sayuran, dianggap berguna untuk melakukan pencegahan dan melindungi otak dari berbagai resiko kerusakan.        Berbagai tinjauan kepustakaan sangat besar manfaatnya bagi para awam, agar dapat membuat keputusan yang tepat, dalam hal memilih makanan kesehatan – supplemen yang bermanfaat dan efisien dalam pengeluaran dana.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Peranan Produk Diamond Interest International (DII) </strong></span><br />
Produk makanan kesehatan – Supplemen yang ditawarkan DII sebagai upaya menurunkan resiko teridapnya penyakit Alzheimer terutama harus mengandung :</p>
<ol>
<li><strong>Vitamin B12, D dan asam Folat. (terkandung dalam Goat’s Milk).<br />
</strong></li>
<li><strong>Asam lemak Essensial Omega 3 (terkandung dalam Jeli Gamat).<br />
</strong></li>
<li><strong>Antioksidan kuat (terkandung dalam Grape Seed).<br />
</strong></li>
<li><strong>Zat hijau daun / Chlorophyl (terkandung dalam Chlorophyl dan Spirulina) </strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Makanan-Sehat-Pencegah-Penyakit-Alzheimer.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1536" style="margin: 10px;" title="Makanan Sehat Pencegah Penyakit Alzheimer" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/05/Makanan-Sehat-Pencegah-Penyakit-Alzheimer.jpg" alt="Makanan Sehat Pencegah Penyakit Alzheimer" width="565" height="202" /></a>Dengan mengkonsumsi secara rutin Makanan Kesehatan (Health Food) yang dianjurkan diatas sejak usia di bawah 50 tahun, maka resiko mengidap penyakit Alzheimer akan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan tidak mengkonsumsi.  Mungkin cara mengkonsumsinya tidak perlu sekaligus ke-5 produk ini diminum, melainkan cukup dengan 3 produk (terserah pilihan anda) lebih dahulu selama 3 bulan, kemudian salah satu dapat diganti dengan produk lainnya secara bergantian selama 3 bulan ke depan dan seterusnya.  Yang penting adalah setiap produk seyogyanya dapat dikonsumsi sekurang kurangnya selama 3 bulan untuk memperoleh hasil yang optimal.<span style="font-size: x-small;">(di2drzd)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/05/penyakit-alzheimer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Kondisi Kesehatan Organ Tubuh Anda Dengan Metode IRIDOLOGY</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/04/kenali-kondisi-kesehatan-organ-tubuh-anda-dengan-metode-iridology/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/04/kenali-kondisi-kesehatan-organ-tubuh-anda-dengan-metode-iridology/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 17:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=1372</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : dr. Zen Djaja, MD &#38; Jimmy
IRIDOLOGY merupakan ilmu yang mempelajari tentang keadaan kesehatan setiap bagian dari tubuh manusia, melalui pemetaan serta penampakannya pada “Iris mata” kita.



Sejarah perkembangan Iridologi
Oleh sebagian besar pakar kesehatan dan dunia Ilmu Kedokteran, nampaknya ilmu ini masih dianggap kontrofersial dan mengada ada. Namun segalanya dapat dijelaskan secara ilmiah dan juga melalui suatu pengujian yang memakan waktu cukup lama. Ilmu “Iridologi” sendiri mulai dipelajari di negeri Cina jauh sebelum ilmu kedokteran barat berkembang, dan mulai diperkenalkan oleh bangsa barat (Kulit Putih), setelah zaman perang dunia kedua.  ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: large;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/03/Iridology-2.jpg"><img class="size-full  wp-image-1373 alignleft" style="margin: 10px 15px;" title="Iridology - 2" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/03/Iridology-2.jpg" alt="Iridology - 2" width="200" height="129" /></a></span></strong><span style="font-size: medium;"><strong>Oleh : dr. Zen Djaja, MD &amp; Jimmy</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: large;">IRIDOLOGY merupakan ilmu yang mempelajari tentang keadaan kesehatan setiap bagian dari tubuh manusia, melalui pemetaan serta penampakannya pada “Iris mata” kita.</span><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Sejarah perkembangan Iridologi</strong></span><br />
Oleh sebagian besar pakar kesehatan dan dunia Ilmu Kedokteran, nampaknya ilmu ini masih dianggap kontrofersial dan mengada ada. Namun segalanya dapat dijelaskan secara ilmiah dan juga melalui suatu pengujian yang memakan waktu cukup lama. Ilmu “<strong>Iridologi</strong>” sendiri mulai dipelajari di negeri Cina jauh sebelum ilmu kedokteran barat berkembang, dan mulai diperkenalkan oleh bangsa barat (Kulit Putih), setelah zaman perang dunia kedua.  Itupun masih banyak yang menyanggah, dan meragukan kebenarannya, sampai pada  akhirnya  seorang  pakar  kesehatan dari Amerika Serikat (<strong>dr. Bernard Jensen</strong>) mencatat setiap penemuannya itu serta melakukan uji kebenaran terhadap lebih dari 350.000 kasus penyakit yang tersebar diseluruh dunia terutama wilayah Asia. Catatannya kemudian dibukukan menjadi sebuah buku ajar Iridologi yang terdiri dari 2 jilid. Dan sebelum beliau meninggalkan kita semua untuk selamanya, pada tahun 1981, beliau sempat membuat peta Iridologi yang sampai hingga kini menjadi pedoman bagi para pakar iridologi dan juga bagi yang berminat mempelajari iridologi.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-Chart-English-.jpg"><img class="size-full wp-image-1382 alignnone" style="margin: 10px 15px;" title="Iridology Chart English" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-Chart-English-.jpg" alt="Iridology Chart English" width="550" height="389" /></a><br />
Iridologi adalah ilmu diluar dari Ilmu kesehatan mata. Pemeriksaan Iridologi adalah semacam pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang menggunakan Iris mata sebagai media. Dari awal pembentukan (embryo), terdapat lebih dari 280.000 serabut syaraf yang kemudian disatukan dan kemudian masuk ke dalam otak melalui “Syaraf mata” (nervus Optikus), yang kemudian oleh otak, melalui sistem syaraf otonom disebarkan ke semua penjuru organ tubuh manusia. Hal inilah yang menjadi <strong>dasar dari Ilmu Iridologi</strong> untuk menjelaskan mengapa kita dapat menganalisa keadaan organ tubuh melalui Iris mata. Bagi awam maupun ilmu kedokteran barat, masih merupakan hal yang misterius, tetapi setelah dr. Bernard Jensen memperkenalkan dan memberikan uraian serta membuat pemetaan sebagai salah satu pedoman untuk mempelajari dan menganalisa iris maka mulai saat itu Iridologi berkembang menjadi sebuah ilmu yang cukup menarik dan digemari serta penuh tantangan. Dan pada saat yang bersamaan <strong>dr. Bernard Jensen</strong> kemudian dinobatkan menjadi <strong>“Bapak Iridologi”.</strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-Bernard-Jensen.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1389" style="margin: 10px;" title="Iridology - Bernard Jensen" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-Bernard-Jensen.jpg" alt="Iridology - Bernard Jensen" width="252" height="171" /></a><br />
Gelar tersebut patut beliau peroleh,<strong> </strong>karena dasar dasar analisa menuju pada suatu kesimpulan adanya gangguan organ secara fisik telah beliau abadikan ke dalam satu metode yang sederhana dan bersifat ilmiah.<br />
Iridologi sudah diakui dunia kedokteran dan merupakan “<strong>scientific analysis</strong>” dan Iris digunakan sebagai “<strong>Health recorder</strong>” dari individu masing masing.<br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-4.jpg"><img class="alignright size-full  wp-image-1386" style="margin: 10px;" title="Iridology - 4" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-4.jpg" alt="Iridology - 4" width="252" height="242" /></a>Pemeriksaan Iridologi adalah pemeriksaan yang memiliki nilai “Kwalitatif” dimana keakuratannya tergantung pada keterampilan seorang menganalisa. Keterampilan itu diperoleh dari banyaknya ia memeriksa dan menganalisanya dengan benar. Semangkin sering memeriksa, maka semangkin banyak kasus yang dianalisa, maka keilmuannya juga akan semangkin berkembang dan semangkin akurat.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Teknis pemeriksaan Iridologi yang diakui oleh dunia Kesehatan</strong></span><br />
Ilmu Iridologi bukan suatu ilmu yang harus dan dapat dipelajari oleh yang berlatar belakang Kesehatan atau dokter, tetapi dapat dipelajari juga oleh setiap orang yang mempunyai minat serta kesungguhan yang tinggi untuk mempelajarinya. Hanya saja bedanya adalah bila analisa tersebut dibuat atau dilakukan oleh seseorang yang berlatar belakang dari kalangan Non-medis, maka kesimpulannnya hanya sampai pada suatu gangguan saja. Lain halnya kalau yang memeriksa adalah dari <strong>kalangan Medis</strong>, maka kesimpulannya bisa sampai mencapai pada suatu tingkat “<strong>Diagnosa penyakit</strong>” atau pada tingkat keparahan dari penyakit yang diderita. Dan hal inilah yang tidak dapat dilakukan oleh seorang Iridolog yang berasal dari kalangan Non-medis. Berdasarkan konsensus, maka yang memiliki otoritas atau kewenangan untuk menyatakan seseorang itu sakit atau sehat adalah seorang dokter, dan kalau itu dilakukan oleh bukan seorang dokter, maka itu sudah tergolong suatu pelanggaran.  Namun, apabila itu dinyatakan dengan kata “<strong>terdapat gangguan</strong>” dengan tujuan untuk memberikan Peringatan pada seseorang, agar melakukan “<strong>tindakan Pencegahan</strong>”, itu adalah sesuatu yang <strong>Bijak</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-5.jpg"><img class="size-full wp-image-1392 alignnone" style="margin: 10px 15px;" title="Iridology - 5" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-5.jpg" alt="Iridology - 5" width="550" height="360" /></a><br />
Dalam melakukan pemeriksaan Iridologi, juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, yaitu dari mulai pemeriksaan hanya memakai lampu senter dan kaca pembesar, Camera digital dan seperangkat monitor sampai kepada peralatan yang menggunakan perangkat Komputer. Namun sekali lagi 70% keakuratan ditentukan oleh keterampilan yang dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong>Metode pemeriksaan</strong></span><br />
Ada dua metode pemeriksaan, yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="font-size: medium;"><strong>Metode      pemeriksaan dengan menggunakan mata yang bergerak</strong></span></li>
<li><span style="font-size: medium;"><strong>Metode      pemeriksaan dengan menggunakan mata yang tidak bergerak (melihat gambar).</strong></span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1395" style="margin: 10px;" title="Iridology - 6" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-6.jpg" alt="Iridology - 6" width="200" height="87" /></a>Pemeriksaan mata bergerak</strong></span>, adalah menggunakan lampu senter dan kaca pembesar, dimana analisa dilakukan langsung pada mata penderita yang diperiksa. Pemeriksaan ini sangat terbatas, sebab pergerakan mata akan mengganggu analisa itu sendiri dan keakuratannya. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-8.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1400" style="margin: 10px;" title="Iridology - 8" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-8.jpg" alt="Iridology - 8" width="200" height="160" /></a>Yang dapat dinilai hanyalah, apakah penderita atau yang diperiksa memiliki masalah kesehatan atau tidak. Sebesar apa gangguannya, sering sulit untuk dinilai. Selain itu kenyamanan dari pihak yang diperiksa juga menjadi kurang nyaman, karena penyinaran yang lama yang menyilaukan mata, akan mengeluarkan air mata, ini juga akan memberikan gangguan tersendiri bagi yang memeriksa, sehingga kerap pemeriksaan menjadi kurang akurat,  kemudian cara ini sudah hampir ditinggalkan.<span style="font-size: medium;"><strong><br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-7.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1397" style="margin: 10px;" title="Iridology - 7" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-7.jpg" alt="Iridology - 7" width="200" height="122" /></a>Pemeriksaan mata tidak bergerak</strong></span>, adalah cara dimana kita mengambil gambar dari mata, dengan cara melakukan fiksasi kepala, penyinaran yang secukupnya dan tidak memberikan pantulan sinar pada iris yang mengganggu analisa. Cara ini ternyata lebih nyaman, baik bagi yang melakukan analisa, maupun yang diperiksa, karena hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk mengambil gambar, kemudian analisa dapat dilakukan dengan lebih santai, dimana yang diperiksa dapat melihat matanya sendiri yang bermasalah atau tidak tersebut. Pengambilan gambar dapat dilakukan dengan Camera digital yang kemudian ditampilkan melalui layar monitor. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-9.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1399" style="margin: 10px;" title="Iridology - 9" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-9.jpg" alt="Iridology - 9" width="200" height="138" /></a>Banyak keuntungan lainnya yang diperoleh, selain yang disinggung tersebut di atas, yaitu dimana gambar bisa diperbesar beberapa kali dari besar mata aslinya, sehingga untuk melakukan analisa juga menjadi lebih mudah dan lebih akurat, semangkin canggih alat yang digunakan, tentunya akan menghasilkan gambar yang semangkin sempurna, tetapi kembali saya katakan disini adalah, untuk mendapatkan hasil analisa yang akurat itu tergantung pada keterampilan sipemeriksa, dan bukan dari besaran harga yang harus anda bayar pada setiap pemeriksaan.<br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-10.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1403" style="margin: 10px;" title="Iridology - 10" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-10.jpg" alt="Iridology - 10" width="200" height="176" /></a>Tentu anda akan kembali bertanya, lalu dari ke dua metode pemeriksaan di atas metode mana yang disarankan atau yang <strong>memenuhi standart ilmu kedokteran</strong> ? Jawabannya tentu adalah yang menggunakan metode pemeriksaan menggunakan gambar mata (tidak bergerak). Bahkan kini untuk lebih memudahkan pengambilan gambar, dibuatlah alat khusus yang dapat terkoneksi ke perangkat komputer, lalu dengan segala kemampuan dan keterampilannya sipemeriksa dapat menganalisa serinci mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1377" style="margin: 10px 15px;" title="Iridology - 1" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-1.jpg" alt="Iridology - 1" width="550" height="410" /></a><span style="font-size: large;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Program Pemeriksaan Iridologi yang dilakukan Diamond Interest</strong></span><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-11.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1405" style="margin: 10px;" title="Iridology - 11" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/04/Iridology-11.jpg" alt="Iridology - 11" width="200" height="280" /></a><br />
Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan makanan kesehatan – supplement yang diproduksi oleh PT. Diamond Interest International, maka pihak produsen mencoba untuk membantu para konsumen dan distributor untuk lebih mengutamakan kebutuhan atas dasar “<strong>Prioritas</strong>”. Banyak produk makanan kesehatan – supplement yang beredar tetapi produk mana yang lebih diperlukan saat ini.  Melalui program “<strong>Cek Up</strong> <strong>Kesehatan</strong> <strong>Iridolologi</strong>” maka hal tersebut di atas dapat dengan mudah terjawab.<br />
Program Cek-Up Kesehatan Iridologi ini mempunyai kepentingan  untuk melakukan “<strong>Pendeteksian Dini Gangguan Kesehatan</strong>” guna melakukan “<strong>Pencegahan</strong>” terhadap sakit penyakit, dengan demikian maka diharapkan dapat memilih produk Diamond Interest  yang tepat, dan lebih mengena kepada para konsumen dan distributor. Kemudian selanjutnya dilakukan tindak lanjut, 3 bulan berikutnya untuk dilakukan pemeriksaan kembali guna mengetahui adanya perbaikan dari gangguan yang lalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/04/kenali-kondisi-kesehatan-organ-tubuh-anda-dengan-metode-iridology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan GINSENG dalam Dunia Kesehatan</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/02/peranan-ginseng-dalam-dunia-kesehatan/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/02/peranan-ginseng-dalam-dunia-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 18:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=1220</guid>
		<description><![CDATA[
Mengenal Ginseng :
Terdapat 2 jenis Ginseng, yang diketahui antara lain yaitu :

Panax ginseng, atau disebut juga dengan Ginseng Asia, Ginseng Korea atau  Ginseng Cina.
Panax quinquefolius, disebut juga sebagai Ginseng Amerika, Ginseng Canada, atau Ginseng Amerika Utara.

Berdasarkan ilmu pengobatan tradisional Cina, keduanya memiliki khasiat yang unik, terutama dalam hal pemulihan sakit-penyakit. Perbedaannya adalah, kalau Ginseng Amerika, sifatnya “mendinginkan” tepat untuk menurunkan demam dan memperbaiki gangguan saluran pernapasan, sedangkan Ginseng Asia, bersifat “memanaskan” tepat untuk memperbaiki gangguan sistem sirkulasi darah.   Komponen aktif (zat aktif) dari Ginseng tersebut di atas adalah senyawa “Ginsenoside” ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-Kop.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1224" style="margin: 10px;" title="Ginseng Kop" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-Kop.jpg" alt="Ginseng Kop" width="565" height="150.7" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Mengenal Ginseng :</strong></span><br />
Terdapat 2 jenis Ginseng, yang diketahui antara lain yaitu :<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1226" style="margin: 15px 30px;" title="Ginseng 2" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-2.jpg" alt="Ginseng 2" width="140" height="197" /></a></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Panax ginseng</strong>, atau disebut juga dengan Ginseng Asia, Ginseng Korea atau  Ginseng Cina.</li>
<li><strong>Panax quinquefolius</strong>, disebut juga sebagai Ginseng Amerika, Ginseng Canada, atau Ginseng Amerika Utara.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan ilmu pengobatan tradisional Cina, keduanya memiliki khasiat yang unik, terutama dalam hal pemulihan sakit-penyakit. Perbedaannya adalah, kalau Ginseng Amerika, sifatnya “<em>mendinginkan</em>” tepat untuk menurunkan demam dan memperbaiki gangguan saluran pernapasan, sedangkan Ginseng Asia, bersifat “<em>memanaskan</em>” tepat untuk memperbaiki gangguan sistem sirkulasi darah.   Komponen aktif (<em>zat aktif</em>) dari Ginseng tersebut di atas adalah senyawa “<strong>Ginsenoside</strong>” yaitu senyawa yang sifatnya menyerupai <strong>hormon “Steroid”.</strong><br />
Golongan Ginseng yang kebanyakan dipasarkan di Indonesia adalah jenis Ginseng Asia atau “<strong>Panax Ginseng</strong>” jenis ini jugalah yang diproduksi oleh perusahaan makanan kesehatan &amp; supplement terkemukan di Asia “<strong>Diamond Interest International”</strong> dalam bentuk ekstrak – akar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Tujuan penggunaan Ginseng</strong></span><br />
Sesuai dari nama asalnya “<strong>Panax</strong>” (<em>bahasa Yunani</em>) yang artinya adalah “<strong>Pemulihan menyeluruh</strong>”.  Oleh ahli kesehatan Cina, Ginseng dianggap sebagai penyelaras seluruh organ tubuh manusia, dan oleh sebagian ahli kesehatan pada umumnya, Ginseng digunakan sebagai pemulih dan untuk mengembalikan fungsi organ tubuh yang mulai melemah. Karena itu sejak dahulu mereka sudah mengupayakan ekstraknya yang diambil dari akar untuk tujuan “<strong>Meningkatkan kekuatan Organ tubuh</strong>” secara alami.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #000080;"><span style="font-size: medium;"><strong>Memperbaiki tampilan Fisik dan Mental</strong></span></span><br />
Ginseng merupakan suatu <strong><em>Adaptogen</em></strong>, yaitu memiliki khasiat meningkatkan daya tahan tubuh (<em>secara fisik, biokimiawi dan zat polusi – racun</em>). Ginseng secara umum membangun energi dan stamina tubuh secara menyeluruh. Selain itu juga terjadi perbaikan emosi (<em>mood</em>) dan tampilan diri.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #000080;"><strong><span style="font-size: medium;">Meningkatkan sistem Imunitas tubuh</span></strong></span><br />
Dari uji terhadap 300 orang yang dalam jangka 1 tahun, sering menderita pilek/demam, telah mengalami penurunan jumlah kali menderita secara berbeda bermakna, setelah diberi konsumsi Ginseng selama 4 bulan berturut turut. Uji ini melibatkan 2 kelompok yaitu kelompok yang menggunakan Ginseng dan kelompok plasebo. Pengujian sejenis ini sebenarnya sudah banyak dilakukan namun, oleh sejumlah pakar kesehatan masih saja dianggap sesuatu yang fiktif.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #000080;"><span style="font-size: medium;"><strong>Menurunkan kadar Gula darah pada kasus Diabetes</strong><strong> (<em>kencing manis</em>)</strong></span></span><br />
Penelitian ‘Panax Ginseng’ dengan menggunakan dosis 200 mg. yang diberikan kepada 36 penderita baru kencing manis di dapat (<strong><em>diabetes type II</em></strong>),. selama 8 minggu pemberian, ternyata mengalami perbaikan (<em>penurunan</em>) kadar gula darah puasa yang sebelumnya tercatat tinggi.  Dosis tersebut di atas memberikan perbaikan pula terhadap nilai dari  <strong><em>hemoglobin A1C</em></strong> (<em>yaitu test yang mengukur sebaik apa kontrol gula darah selama 3 bulan terakhir</em>).</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #000080;"><span style="font-size: medium;"><strong>Memperbaiki masalah gangguan Disfungsi Ereksi</strong></span></span><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-3.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1230" style="margin: 10px 15px;" title="Ginseng 3" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-3.jpg" alt="Ginseng 3" width="150" height="125" /></a><br />
Uji yang dilakukan terhadap 90 penderita gangguan Ereksi, 60% dilaporkan mengalami perbaikan setelah mengkonsumsi ekstrak Ginseng, dibanding dengan yang menggunakan  plasebo, yaitu tercatat hanya 30% saja yang mengalami perbaikan.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #000080;"><span style="font-size: medium;"><strong>Membantu perokok untuk berhenti dari Merokok</strong></span></span><br />
Sudah lama diketahui bahwa “Nicotine” sebagai senyawa utama di dalam rokok dapat merangsang keluarnya Dopamine secara berlebih di dalam darah. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-43.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1231" style="margin: 10px 15px;" title="Ginseng 43" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-43.jpg" alt="Ginseng 43" width="302" height="53" /></a>Dopamine adalah <strong><em>“Neurotransmiter”</em></strong> yang dapat meningkatkan rangsangan syaraf, sehingga dapat memberikan rasa nikmat setelah merokok. Tetapi inilah yang juga akan menyebabkan orang menjadi ketagihan. <strong><em>Ginseng</em></strong> menunjukan kerja yang mirip dengan nicotine, namun tidak menimbulkan ketagihan. Dan ketika seseorang berhenti untuk merokok, bersamaan dengan mengkonsumsi Ginseng, maka dia sama sekali tidak merasa ada perbedaannya.  Oleh sebab itu Ginseng kemudian dijadikan salah satu media untuk menghentikan kebiasaan merokok dengan lebih cepat tanpa mengalami keluhan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Siapa saja yang tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi Ginseng ?</strong></span><br />
Ibu hamil, menyusui dan anak anak, <strong>tidak dianjurkan</strong> untuk mengkonsumsi Ginseng.  Demikian pula sejumlah penderita dengan gangguan hormonal seperti pada penyakit endometriosis, uterine fibroid, serta pengidap kanker (<em>payudara, indung telur, kandungan dan prost</em>at).   Alasannya adalah karena <strong><em>Panax ginseng mempunyai</em></strong> <strong><em>efek estrogenik</em></strong>.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-copy.jpg"><img class="size-full wp-image-1233 alignright" style="margin: 10px 15px;" title="Ginseng copy" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Ginseng-copy.jpg" alt="Ginseng copy" width="200" height="175" /></a><br />
Panax ginseng, dapat menurunkan frekwensi denyut dan meningkatkan kekuatan denyut jantung, sebab itu juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita lemah jantung, kecuali di bawah pengawasan yang baik oleh seorang dokter ahli.<br />
Seperti dijelaskan di atas, bahwa Ginseng dapat menurunkan kadar gula darah, oleh sebab itu konsumsi Ginseng yang terutama ditujukan pada penderita Diabetes harus mendapat perhatian yang lebih hati hati, sebab penurunan gula darah yang berlebihan apalagi penderita juga minum obat anti diabetes lainnya, dapat memberikan efek ganda.<br />
Ginseng dapat memperberat kasus <strong><em>insomnia</em></strong> (<em>susah tidur</em>), oleh sebab itu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi Ginseng pada penderita gangguan tidur.<br />
Perhatikan bila ketika minum Ginseng dan mengalami gelisah, gemetar, sukar tidur, diare, sakit kepala, peningkatan tekanan darah dan jantung berdebar, segeralah menghentikan konsumsi Ginsengnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Siapa saja yang tepat untuk mengkonsumsi Ginseng ?</strong></span><br />
<strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/guin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1237" style="margin: 10px 15px;" title="guin" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/guin.jpg" alt="guin" width="160" height="270" /></a>Ginseng sebaiknya dikonsumsi oleh orang yang tidak memiliki riwayat gangguan organ sebelumnya</strong>, tujuannya untuk mempertahankan dan memperbaiki kelelahan yang ditimbulkan oleh akibat kerja, dan latihan olah raga yang berat.  Dan tidak ditujukan untuk mengobati sakit penyakit, kecuali di bawah pengawasan seorang dokter yang juga menguasai pengobatan menggunakan herbal (<em>herbalist</em>).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Dapatkah Ginseng dikonsumsi bersama dengan obat obatan ?</strong></span><br />
Sejumlah interaksi obat obatan yang mungkin terjadi ketika bersama sama dikonsumsi dengan Ginseng, dapat menimbulkan ‘<strong>efek ganda</strong>’ yang kurang <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/0000.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1239" style="margin: 10px 15px;" title="0000" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/0000.jpg" alt="0000" width="234" height="182" /></a>menguntungkan  penderita, seperti meningkatnya tekanan darah, melambatnya masa pembekuan darah, jantung yang semangkin berdebar, dan menurunnya kadar gula yang berlebihan. Juga dapat terjadi interaksi dengan obat obat penenang yang diberikan kepada penderita sakit Jiwa sehingga memungkinan timbulnya reaksi hiperaktivitas.<br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Apa-Yang-Lebih-Hebat-Dari-Ginseng.jpg"><img class="size-full wp-image-1240 alignleft" style="margin: 10px 15px;" title="Apa Yang Lebih Hebat Dari Ginseng" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/Apa-Yang-Lebih-Hebat-Dari-Ginseng.jpg" alt="Apa Yang Lebih Hebat Dari Ginseng" width="224" height="224" /></a>Siapa yang menyangka kalau atlet Asia (<em>Cina, Jepang, Korea</em>) dengan postur tubuh yang lebih kecil dari atlet Amerika maupun Eropa, mampu menembus prestasi olah raga, dan menempatkan diri di 10 besar negara negara pengumpul medali emas terbanyak di laga Olympiade musim panas. Dan kita tak pernah menyangka kalau mereka adalah pengkonsumsi Ginseng.  Sementara itu para atlet Barat, berupaya untuk meningkatkan prestasi dan penampilan mereka dilaga yang sama dengan menggunakan obat perangsang yang dikenal dengan “Dopping” yaitu mengkonsumsi, atau menyuntikan senyawa Steroid ke dalam tubuh mereka.  Namun resikonya adalah ketika dilakukan test urine dan ternyata dinyatakan positif Steroid maka hasil perolehan juaranya dinyatakan batal (<strong><em>disqualifikasi</em></strong>), seperti yang pernah dialami oleh pelari 100m dari Canada (<strong><em>Ben Johnson</em></strong>), selanjutnya namanya dicoret untuk selamanya dari kancah laga pertandingan internasional. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/0.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1243" style="margin: 10px 15px;" title="0" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/0.jpg" alt="0" width="213" height="151" /></a>Sesungguhnya para atlet Cina,  Korea dan Jepang juga melakukan hal yang sama, yaitu melakukan dopping, tetapi dengan mengkonsumsi Ginseng. Dan inilah yang sampai sekarang tidak dapat terdeteksi, sehingga juga tidak ada alasan untuk mendisqualifikasi atlet atlet tersebut.   Yang pasti, Ginseng dengan kandungan aktifnya yaitu senyawa <strong>Ginsenoside, </strong>dengan kerja yang serupa dengan hormon “Steroid” mampu melakukan perbaikan stamina, meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan tubuh, dengan tanpa merusak fisik, biologis seperti <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/00.jpg"><img class="size-full wp-image-1244 alignleft" style="margin: 10px 15px;" title="00" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/00.jpg" alt="00" width="196" height="186" /></a>apa yang terjadi pada pemakai obat perangsang Steroid.<br />
Ginseng sangat tepat dikonsumsi oleh atlet atlet yang menginginkan peningkatan prestasi, tetapi secara alami akan membentuk tenaga, stamina yang tinggi secara menetap.<br />
Cocok untuk dikonsumsi para Binaragawan, untuk menghasilkan pembentukan otot yang besar, kuat dan indah tanpa merusak fisik dan biologisnya.<br />
Bagi awam yang memiliki aktifitas yang tinggi, kerap akan mengalami kelelahan, dan belum sampai waktu istirahat yang cukup terpenuhi, dia harus kembali bekerja keras dan seterusnya, sampai akhirnya akan menimbulkan berbagai kendala kesehatan. <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/romantic-ideas-for-couples.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1246" style="margin: 10px 15px;" title="romantic-ideas-for-couples" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/romantic-ideas-for-couples.jpg" alt="romantic-ideas-for-couples" width="167" height="199" /></a>Antara lain yang sering terganggu adalah masalah kemampuan “<strong>Ereksi</strong>” sehingga akan mengalami kendala yang cukup serius dalam hal kehidupan “Seksual”.  Ginseng, secara alami akan meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuhnya, sehingga kemungkinan terjadi resiko kegagalan Ereksi karena kelelahan (<strong><em>Disfungsi ereksi</em></strong>) dapat dicegah, dan kehidupan Seksualnya secara bermakna dapat dipertahankan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/ginseng-Kapsul-DII1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1238" style="margin: 10px;" title="ginseng Kapsul DII" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/02/ginseng-Kapsul-DII1.jpg" alt="ginseng Kapsul DII" width="565" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Dosis anjuran</strong></span><br />
Di dalam sejumlah penelitian, dosis standart yang digunakan adalah sebesar 200 mg ekstrak Panax Ginseng. Sedangkan setiap butir Ekstrak Panax Ginseng yang di Produksi oleh  Diamond Interest International adalah 300mg. <strong><em>Sehingga untuk konsumsi sehari harinya cukup 1 butir saja</em></strong>.<br />
Sejumlah ahli pengobatan herbal, menganjurkan konsumsi Ginseng tidak lebih dari 3 minggu berturut turut, kemudian diikuti dengan jedah selama 1 – 2 minggu. Kemudian dapat mengkonsumsinya kembali dan seterusnya.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p><span style="font-size: x-small;"><strong>Kepustakaan :<br />
</strong></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Choi HK et al</strong>. Clinical efficacy of Korean red ginseng for erectile dysfunction. International Journal of Impotence Research. 7.3 (1995):181-6. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Predy GN et al</strong>. Efficacy of an extract of North American ginseng containing poly-furanosyl-pyranosyl-saccharides for preventing upper respiratory tract infections: a randomized controlled trial. CMAJ. 173.9 (2005):1043-8. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Sotaniemi EA, Haapakoski E, Rautio A.</strong> Ginseng therapy in non-insulin-dependent diabetic patients. Diabetes Care 1995;18:1373-5. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>McElhaney JE <em>et al</em></strong><em>.</em> (2004). &#8220;A placebo-controlled trial of a proprietary extract of North American ginseng (CVT-E002) to prevent acute respiratory illness in institutionalized older adults&#8221;. <em>J Am Geriatr Soc</em> <strong>52</strong> (1): 13–19. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Davydov M, Krikorian AD</strong>. (October 2000). &#8220;Eleutherococcus senticosus (Rupr. &amp; Maxim.) Maxim. (Araliaceae) as an adaptogen: a closer look&#8221;. <em>Journal of Ethnopharmacology</em> <strong>72</strong> (3): 345–393. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Lewis WH, Zenger VE, Lynch RG</strong>. (August 1983). &#8220;No adaptogen response of mice to ginseng and Eleutherococcus infusions&#8221;. <em>Journal of Ethnopharmacology</em> <strong>8</strong> (2): 209–214. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Caso Marasco A, Vargas Ruiz R, Salas Villagomez A, Begona Infante C</strong>. (1996). &#8220;Double-blind study of a multivitamin complex supplemented with ginseng extract&#8221;. <em>Drugs Exp Clin Res.</em> <strong>22</strong> (6): 323–329. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Shin HR, Kim JY, Yun TK, Morgan G, Vainio H</strong> (2000). &#8220;The cancer-preventive potential of Panax ginseng: a review of human and experimental evidence&#8221;. <em>Cancer Causes Control</em> <strong>11</strong> (6): 565–576</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Treasure, Jonathan.</strong> <em>Medline &amp; The Mainstream Manufacture of Misinformation</em> 2006</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Stockley, IH</strong> (2002), Stockley&#8217;s Drug Interactions. 6th ed. London: Pharmaceutical Press.</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>WHO</strong> (1999), &#8220;Radix Ginseng&#8221;, in,WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Geneva: World Health Organization, 168-182.</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Hong B; Ji YH; Hong JH; Nam KY; Ahn TY. </strong>A double-blind crossover study evaluating the efficacy of korean red ginseng in patients with erectile dysfunction: a preliminary report<strong>.</strong> J Urol. 2002; 168(5):2070-3 (ISSN: 0022-5347)Department of Urology, University of Ulsan College of Medicine, Asan Medical Center, Seoul, Korea</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Murphy and Lee</strong> Ginseng, sex behavior, and nitric oxide Ann N Y Acad Sci. 2002 May;962:372-7 </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>de Andrade E; de Mesquita AA; Claro Jde A; de Andrade PM; Ortiz V; Paranhos M; Srougi M. </strong>Study of the efficacy of Korean Red Ginseng in the treatment of erectile dysfunction<strong>.</strong> Sector of Sexual Medicine, Division of Urological Clinic of Sao Paulo University, Sao Paulo, Brazil.</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Lee, YJ</strong>. <em>Ginsenoside-Rb1 acts as a weak phytoestrogen in MCF-7 human breast cancer cells,; Estrogen-like activity of ginsenoside Rg1 derived from Panax notoginseng</em>. <em>A ginsenoside-Rh1, ;a component of ginseng saponin, activates estrogen receptor in human breast carcinoma MCF-7 cells</em>. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Stephen Fulder, PhD </strong>&#8220;The Ginseng Book.&#8221; </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Fugh-Berman, Adriane</strong>. <a href="http://www.sciencedirect.com/science/article/B6T1B-41CNTJ6-T/2/5571af69320b04517be500e5704b99c1">&#8220;Herb-drug interactions&#8221;</a>. <em>The Lancet</em> <strong>355</strong> (9198): 134–138.</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Dan Bensky, Steven Clavey, Erich Stoger, and Andrew Gamble</strong> Chinese Herbal Medicine: Materia Medica, Third Edition 2004</span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Hong B, Ji YH, Hong   JH, Nam KY, Ahn TY</strong>. (2002). &#8220;A double-blind crossover study evaluating the efficacy of Korean red ginseng in patients with erectile dysfunction: a preliminary report&#8221;. <em>Journal of Urology</em> <strong>168</strong> (5): 20–21. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Suh SO, Kroh M, Kim NR, Joh YG, Cho MY.</strong> (2002). &#8220;Effects of red ginseng upon postoperative immunity and survival in patients with stage III gastric cancer&#8221;. <em>American Journal of Chinese Medicine.</em> <strong>30</strong> (4): 483–94. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Yun TK, Lee YS, Lee YH, Kim SI, Yun HY</strong> (2001). &#8220;Anticarcinogenic effect of Panax ginseng C.A. Meyer and identification of active compounds&#8221;. <em>Journal of Korean Medical Science</em> <strong>16</strong> (S): 6–18. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><strong>Sung, Heungsup; Jung, You-Sun and Cho, Young-Keol</strong> (2009). <a href="http://cvi.asm.org/cgi/content/abstract/CVI.00013-09v1">&#8220;Beneficial Effects of a Combination of Korean Red Ginseng and Highly Active Antiretroviral Therapy in HIV-1-Infected Patients&#8221;</a>. <em>Clin. Vaccine Immunol.</em>. </span></li>
<li><span style="font-size: x-small;"><a title="David Winston" href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_Winston">Winston, David</a>; Maimes, Steven (2007). <em>Adaptogens: Herbs for Strength, Stamina, and Stress Relief</em>. Healing Arts Press.</span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/02/peranan-ginseng-dalam-dunia-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAHAYA MEROKOK &#8211; Bagaimana Mengatasinya Secara Alami ?</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/1123/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/1123/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 09:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=1123</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 

 
 
 Oleh : dr. Zen Djaja, M.D.
 
Latar Belakang Masalah
Saat ini rokok telah membunuh 4,9 juta orang (data tahun 2000), dan di perkirakan menjadi 9,8 juta pada tahun 2020 nanti, artinya orang yang mati akibat rokok mencapai sekitar 350.000/bulan, 11.666/hari, 486/jam, dan 8 orang tiap menitnya.  Data tersebut di atas menunjukan kalau “Rokok” menempatkan dirinya sebagai pembunuh nomor 1, melebihi daripada “Kematian” akibat kasus penyakit AIDS, Over dosis narkoba, berbagai Kasus kecelakaan &#8211; pembunuhan dan &#8211; bunuh diri.Sedangkan asap rokok sendiri memiliki kandungan racun yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1122" style="margin: 10px 15px;" title="Rokok" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok.jpg" alt="Rokok" width="565" height="150.7" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Oleh</strong><strong> : dr. Zen Djaja, M.D.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Latar Belakang Masalah</strong></span><br />
Saat ini rokok telah membunuh 4,9 juta orang (data tahun 2000), dan di perkirakan menjadi 9,8 juta pada tahun 2020 nanti, artinya orang yang mati akibat rokok mencapai sekitar 350.000/bulan, <a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1127" style="margin: 10px 15px;" title="Rokok 2" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-2.jpg" alt="Rokok 2" width="200" height="157.6" /></a>11.666/hari, 486/jam, dan 8 orang tiap menitnya.  Data tersebut di atas menunjukan kalau “<strong>Rokok</strong>” menempatkan dirinya sebagai <strong>pembunuh nomor 1</strong>, melebihi daripada “Kematian” akibat kasus penyakit AIDS, Over dosis narkoba, berbagai Kasus kecelakaan &#8211; pembunuhan dan &#8211; bunuh diri.Sedangkan asap rokok sendiri memiliki kandungan racun yang lebih dahsyat dan berbahaya dibandingkan emisi gas buangan yang berasal dari kendaraan bermotor pada umumnya.  Perokok di Indonesia saat ini sebesar 159,4 juta jiwa itu berarti mencapai sekitar 69% penduduk, yang terdiri dari 69.04% pria dan 4,83% wanita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Mengapa Rokok Itu Berbahaya</strong><strong> :<br />
Alasannya dari sudut KESEHATAN</strong></span><br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1129" style="margin: 10px 15px;" title="Rokok3" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok3.jpg" alt="Rokok3" width="250" height="175.6" /></a>Kalau kita simak bersama gambar analisis kandungan Rokok berikut ini, maka nampak jelas bahwa terdapat sejumlah senyawa yang semuanya berbahaya (<strong>merupakan racun</strong>) bagi kelangsungan hidup manusia.  Namun masih banyak manusia menganggap sepele hal ini dengan mengatakan kalau merokok itu mendatangkan “<strong>Kenikmatan</strong>”.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-4.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1132" style="margin: 10px 15px;" title="Rokok 4" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-4.jpg" alt="Rokok 4" width="225" height="302.2" /></a><br />
Dibandingkan dengan <strong>Narkoba</strong> (<strong>jenis kokain dan morfin</strong>), maka “<strong>Nikotin” </strong>merupakan senyawa yang memiliki tingkat kecanduan (<strong>adiksi</strong>) 5 sampai 10 kali lebih kuat, selain itu juga <strong>menimbulkan efek psiko-aktif</strong> pada manusia.<br />
Beban yang di timbulkan akibat Rokok diantaranya adalah menurunnya tingkat produktivitas, meningkatnya beban <strong>Ekonomi – Sosial &#8211; Kesehatan</strong> yang mana tidak jarang diakhiri dengan kematian dini.<br />
Asap Rokok yang memiliki kandungan racun lebih tinggi, menyebabkan penghirup asap rokok (= perokok pasif) memiliki resiko gangguan kesehatan yang juga lebih tinggi dari pada Perokok itu sendiri. Resiko inilah yang dimiliki oleh lingkungan, seperti anak-isteri, rekan sekerja/seruangan dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Mengapa Rokok Itu Berbahaya</strong><strong> :<br />
Alasannya dari sudut</strong><strong> SOSIO-EKONOMI</strong></span><br />
Uang yang harus disisihkan untuk membeli rokok, dalam 1 hari sebanyak <strong>Rp.10.000,=</strong> maka dalam 1 minggu menjadi <strong>Rp.70.000,=.</strong> Dalam 1 bulan adalah <strong>Rp.300.000,= </strong>dan selama<strong> </strong>satu tahun sudah mengeluarkan uang sejumlah <strong>Rp.3.600.000,= </strong>5 tahun berikutnya uang yang harus disisihkan adalah sejumlah <strong>Rp.18.000.000</strong>,= dan tanpa disadari, 20 tahun kemudian uang yang sudah dikeluarkan adalah sejumlah <strong>Rp.72.000.000,= (</strong><strong>Tujuh puluh dua juta rupiah). </strong>Nilai tersebut<strong> </strong>adalah satu nilai “<strong>Investasi</strong>” dan ketika mulai merokok diusia 20 tahun, sesungguhnya uang yang terhambur setelah mencapai usia 40 tahun sudah dapat dijadikan modal untuk berwira-usaha, kalau sebelumnya siperokok tadi adalah hanya seorang pekerja/karyawan yang bekerja untuk orang lain. Selain itu yang diperolehnya adalah “<strong>Resiko</strong>” terkena penyakit Degenerasi, (<strong>baca artikel tentang <a href="http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/peranan-anti-oksidan-bahaya-radikal-bebas-kaitannya-dengan-perawatan-kesehatan-serta-pencegahan-terhadap-penyakit-degenerasi/" target="_blank">Penyakit Degenerasi</a></strong>), yang membawanya pada suatu <strong>keadaan kesusahan</strong> karena terjadinya hambatan pada fungsi organ tubuh akibat racun Rokok yang diterimanya selama bertahun tahun lamanya. Lalu apakah kita masih berpendapat kalau “<strong>Rokok itu membawa Kenikmatan</strong>” ?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Mari Berhenti Merokok Sekarang Juga</strong></span><br />
Demi kesehatan diri sendiri, agar supaya terhindar dari berbagai penyakit, meningkatkan derajat kesehatan, hidup yang lebih berkualitas dan terbebas dari ketergantungan Rokok, melindungi keluarga dan orang di sekitar, supaya tidak terkena akibat buruk dari asap rokok.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Berhenti Merokok Hanya Bisa Dilakukan Dengan Niat Dari Dalam Diri Perokok Sendiri</strong>. <strong>Tidak Ada Kata “Tidak Bisa”.</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Tips-Berhenti-Merokok3.jpg"><img class="size-full wp-image-1125  alignnone" style="margin: 10px 15px;" title="Rokok - Tips Berhenti Merokok3" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Tips-Berhenti-Merokok3.jpg" alt="Rokok - Tips Berhenti Merokok3" width="565" height="245" /></a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut data yang yang diperoleh, dari 70% Perokok yang berhenti merokok, 5% -10% yang mampu melakukannya tanpa bantuan, keberhasilan sulit tercapai jika tidak ada keinginan yang kuat. Dukungan dari keluarga serta Motivasi yang kuat merupakan dasar dari keberhasilan.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Tabel3.jpg"><img class="size-full wp-image-1126 aligncenter" title="Rokok Tabel3" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Tabel3.jpg" alt="Rokok Tabel3" width="565" height="289" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Dukungan Alami Dengan Cara Mengkonsumsi Makanan Kesehatan/Supplement</strong></span><br />
Perlunya Pendukung bagi Perokok untuk berhenti merokok adalah untuk menekan angka kematian yang di sebabkan oleh rokok, hal mana membutuhkan solusi terapi terpadu yang intensif dengan kemudahan akses memperoleh “Dukungan” tersebut.<br />
Peranan Makanan Kesehatan-Supplement Diamond Interest Int’N sebagai <strong>PENDUKUNG</strong>, yaitu antara lain dengan mengkonsumsi Produk-produknya yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong><span style="font-size: medium;">Milk Thistle</span></strong></li>
<li><strong><span style="font-size: medium;">Ganoderma plus</span></strong></li>
<li><strong><span style="font-size: medium;">Grape Seed</span></strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Milk Thistle :</strong></span><br />
Atau dikenal dengan <strong>Silymarin</strong>, merupakan tumbuhan dengan kandungan aktif   <strong>Flavonoid</strong>. Flavonoid dalam Milk Thistle adalah : <strong>silybin, silydianin,</strong> dan <strong>silychristin</strong>. Secara bersama-sama, ketiga flavonoid ini disebut sebagai <strong>Silymarin</strong>. Oleh karena itu, orang sering menyebut milk thistle dengan <strong>Silymarin</strong><strong>.</strong><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Struktur-Kimia-Silymarin3.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1135" style="margin: 10px 15px;" title="Rokok - Struktur Kimia Silymarin3" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Struktur-Kimia-Silymarin3.jpg" alt="Rokok - Struktur Kimia Silymarin3" width="250" height="123.5" /></a><br />
Formula <strong>C<sub>25</sub>H<sub>22</sub>O<sub>10</sub></strong>, Silymarin atau Silibinin mempunyai peranan sebagai Anti-oksidan, yaitu melindungi aksi Radikal-bebas yang berbahaya dan merusak sel organ tubuh, (<strong>baca artikel tentang peranan Anti-oksidan dan bahayanya Radikal-bebas</strong>).<br />
<strong>Silymarin</strong> melindungi hati dengan merangsang perbaikan sel-sel hati yang rusak. Dengan menghambat pembentukan peroxidation, <strong>silymarin</strong> membantu mengurangi atau melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh alkohol, jamur beracun, obat-obatan, dan berbagai racun lainnya termasuk senyawa Rokok.<br />
Jika anda mau mencoba membeli ekstrak <strong>Milk Thistle</strong>, maka yang penting adalah, pastikan standarisasi dari proses ekstraksi dan perusahaan yang telah memiliki <strong>Good standard Manufacturing Processes</strong> (<strong>GMP</strong>) serta perhatikan dosis yang dianjurkan.<br />
Setiap butir <a href="http://diamondindonesia.com/index.php" target="_blank"><strong>Milk Thistle</strong></a> dari <strong>Diamond Interest International</strong> mengandung 100mg ekstrak <strong>Silymarin</strong> yang berarti kebutuhannya untuk pencegahan dan perlindungan adalah antara 200 – 300 mg. berarti 2 – 3 butir <a href="http://diamondindonesia.com/index.php" target="_blank"><strong>Milk Thistle</strong></a> per hari, diberikan 3 kali, 1 butir.<br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Supplemen-Anti-Rokok.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1136" style="margin: 10px 15px;" title="Rokok - Supplemen Anti Rokok" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Rokok-Supplemen-Anti-Rokok.jpg" alt="Rokok - Supplemen Anti Rokok" width="565" height="422" /></a><br />
<strong>Cara mengkonsumsinya</strong> : adalah bersama-sama pada saat makan.<br />
Dengan menambahkan<span style="font-size: large;"> <a href="http://diamondindonesia.com/index.php" target="_blank"><strong>Ganoderma Plus</strong></a></span> dan <a href="http://diamondindonesia.com/index.php" target="_blank"><span style="font-size: large;"><strong>Grape Seed</strong></span></a>, akan mempercepat proses Netralisasi racun Rokok di dalam tubuh, dan manfaatnya selain sel terlindungi dari kerusakan yang lebih dalam, juga membantu menghilangkan ketergantungan Rokok itu dengan lebih cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Dukungan Dari Sudut Sosio-Ekonomi</strong>,</span><br />
Pemerintah dapat menaikkan “<strong>Cukai Rokok</strong>” setinggi tingginya. Di Dunia Barat, seperti Eropah dan Amerika, Cukai Rokok sangat tinggi. Di Inggris misalnya, harga 1 bungkus rokok dapat mencapai 5 dollar lebih, yaitu sekitar Rp. 50.000,=  sedangkan Cukai Rokok di Indonesia tercatat paling murah di dunia yaitu belum mencapai 1 dollar (kurang dari Rp.10.000,= per bungkus). Sebaliknya Cukai atau Pajak untuk makanan kesehatan – supplement seyogyanya dapat direndahkan, dengan demikian maka masyarakat akan memilih mengkonsumsi makanan kesehatan – supplement yang menyehatkan ketimbang merokok yang akan membuatnya menjadi ber-Penyakit. <sub><br />
nzen6.blogspot.com</sub></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/1123/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan Anti-oksidan &amp; Bahaya Radikal Bebas, Kaitannya Dengan Perawatan Kesehatan Serta Pencegahan Terhadap Penyakit Degenerasi</title>
		<link>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/peranan-anti-oksidan-bahaya-radikal-bebas-kaitannya-dengan-perawatan-kesehatan-serta-pencegahan-terhadap-penyakit-degenerasi/</link>
		<comments>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/peranan-anti-oksidan-bahaya-radikal-bebas-kaitannya-dengan-perawatan-kesehatan-serta-pencegahan-terhadap-penyakit-degenerasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 13:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dion</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.diamondindonesia.co.id/?p=1106</guid>
		<description><![CDATA[


Pandangan Umum
Di awal memasuki usia 40 tahun-an, seseorang akan mengalami penuaan secara nyata. Seperti kulit mulai tampak mengeriput dan kering, sebab produksi kelenjar keringat kulit mulai menurun. Selanjutnya, diikuti oleh proses pigmentasi kulit yang semakin meningkat disertai rambut yang mulai beruban. Gejala negatif lainnya seperti stress, gangguan fungsi jantung, katarak (lensa mata yang menjadi keruh) dan berbagai perubahan kejiwaan yang tampak menurun. Gangguan jantung akan semakin cepat nampak jika seseorang sering mengalami stress, yang akan merangsang peningkatan kholesterol darah khususnya LDL kholesterol sehingga berisiko tinggi terhadap penyakit ‘jantung koroner’.
Sementara itu, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Anti-Oksidan-Kop.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1110" title="Anti Oksidan Kop" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Anti-Oksidan-Kop.jpg" alt="Anti Oksidan Kop" width="565" height="331" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Pandangan Umum</strong></span><br />
Di awal memasuki usia 40 tahun-an, seseorang akan mengalami penuaan secara nyata. Seperti kulit mulai tampak mengeriput dan kering, sebab produksi kelenjar keringat kulit mulai menurun. Selanjutnya, diikuti oleh proses pigmentasi kulit yang semakin meningkat disertai rambut yang mulai beruban. Gejala negatif lainnya seperti stress, gangguan fungsi jantung, katarak (<em>lensa mata yang menjadi keruh</em>) dan berbagai perubahan kejiwaan yang tampak menurun. Gangguan jantung akan semakin cepat nampak jika seseorang sering mengalami stress, yang akan merangsang peningkatan kholesterol darah khususnya LDL kholesterol sehingga berisiko tinggi terhadap penyakit ‘<em>jantung koroner</em>’.<br />
Sementara itu, gejala perubahan kejiwaan yang tampak dalam proses penuaan adalah ‘<em>kepikunan</em>’ alias cepat lupa terhadap apa yang baru saja dilakukan, seperti tempat meletakkan kunci mobil, tas, jam tangan dan lain-lain. Gejala lainnya adalah sulit membedakan dan mengingat sesuatu seperti nama orang, tempat, dan ruang (<em>kalau kepikunannya sudah amat parah</em>).<br />
Untuk mencegah dan menghindari agar kulit tetap bersih, kencang dan tidak keriput, menurunkan resiko terkena penyakit jantung koroner, stroke, kepikunan serta berbagai penyakit Degenerasi lainnya, para ahli kesehatan memberikan <strong><em>tips sehat</em></strong> untuk mencegah terjadinya <strong><a href="http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/menjadi-tua-adalah-alami-tetapi-penuaan-adalah-penyakit/" target="_blank">penuaan dini</a></strong>.  Di dalam tips sehat yang disampaikan, seperti makan makanan yang bergizi seimbang, hindari kebiasaan buruk (<em>seperti merokok, minum minuman beralkohol, konsumsi obat obatan diluar anjuran dokter</em>) juga tidak lupa anjuran untuk mengkonsumsi makanan kesehatan – Supplemen yang mengandung “<strong>Anti-Oksidan</strong>”.  Tujuannya adalah untuk menghalau ‘<strong>Radikal Beba</strong>s’ yang terdapat di dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Pengertian tentang Anti-Oksidan dan Radikal Bebas</strong></span><br />
Anti-oksidan dan Radikal bebas, menjadi topik yang amat digemari masyarakat modern, terutama yang tertarik pada cara melakukan pencegahan terhadap <a href="http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/menjadi-tua-adalah-alami-tetapi-penuaan-adalah-penyakit/" target="_blank"><strong>penuaan dini</strong></a>, serta upaya menurunkan resiko terkena penyakit Degenerasi.<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Radikal-Bebas.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1112" style="margin: 10px 15px;" title="Radikal Bebas" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Radikal-Bebas.jpg" alt="Radikal Bebas" width="565" height="260" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau Radikal bebas berguna bagi tubuh, lalu mengapa harus takut dan mengambil langkah untuk mengikat dan membuangnya melalui pemberian “Anti oksidan” ?<br />
Radikal bebas memang penting bagi kelangsungan hidup manusia, tetapi kita lupa kalau di dalam perjalanan hidup manusia, terjadi berbagai perubahan terutama yang mempengaruhi lingkungan hidup.  Perkembangan teknologi modern, dari mulai ditemukannya mesin, perkembangan jumlah penduduk yang mengharuskan manusia membuka lahan hutan untuk pemukiman tanpa ada gantinya, serta berbagai penemuan makanan – minuman siap saji dalam kemasan, yang diawetkan.  Semua inilah yang kemudian kita sebut dengan “<strong>Polusi</strong>”</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Polusi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1113" style="margin: 10px 15px;" title="Polusi" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Polusi.jpg" alt="Polusi" width="565" height="381" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Radikal Bebas akan mengganggu aktifitas metabolisme sel.  Sel menjadi lebih mudah rusak.  Radikal Bebas akan mengikat lemak, membentuk <strong><em>Oksidase lemak</em></strong> yang kemudian melekat pada dinding pembuluh darah, membentuk “<strong><em>Plaq</em></strong>” yang akan menyumbat saluran darah.  Yang kemudian kita kenal dengan penyempitan pembuluh darah, dengan segala akibatnya.  Beberapa sel sel penting penghasil Hormon juga mengalami gangguan, seperti sel Beta pulau Langerhans organ Pankreas, yang menghasilkan hormon Insulin, hal mana akan mengakibatkan penyakit Diabetes Mellitus (<em>Kencing manis</em>).<br />
Hasil dari paparan sejumlah senyawa polusi yang merugikan yang berasal dari lingkungan sekitar seperti sinar ultra violet matahari, polusi udara berupa asap kendaraan bermotor, asap rokok dan bahan-bahan beracun lainnya, termasuk juga bahan bahan kimia pengawet-perasa-pewarna yang terkandung di dalam jenis makanan tertentu seperti ‘fast food’ (<em>cepat saji</em>) serta makanan kemasan atau kaleng (<em>siap saji</em>).<br />
Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh adalah hasil “<strong><em>Oksidasi bebas</em></strong>” dari paparan tersebut di dalam tubuh, yang kemudian membentuk molekul atau atom apa saja yang sangat tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tak berpasangan.<br />
<a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/pollution2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1116" style="margin: 10px 15px;" title="pollution2" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/pollution2.jpg" alt="pollution2" width="200" height="154" /></a>Radikal bebas ini berbahaya karena amat reaktif mencari pasangan elektronnya. Jika radikal bebas sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. Hasil dari reaksi termaksud yang paling berbahaya adalah “<strong><em>Peroksidase lemak</em></strong>”, yang mampu memporak porandakan tatanan – fungsi – dan sistem regenerasi selluler. Selanjutnya akan merusakan sel-sel tubuh kita, selanjutnya terjadi pengerusakan jaringan yang akan mempercepat proses penuaan &#8211; Degenerasi.<br />
Semua sel dalam tubuh, mempunyai enzim yang dapat menangkal serangan radikal bebas. Enzim <strong>SOD</strong> (<strong><em>S</em></strong><em>uper<strong>o</strong>xide <strong>d</strong>ismutase</em>) dan <strong><em>Glutation peroksidase</em></strong> misalnya, merupakan sebagian dari contoh anti-oksidan alami dalam tubuh manusia. SOD akan menjinakkan senyawa oksigen reaktif seperti superoksida anion (<strong>O<sup>-2</sup></strong>) radikal, menjadi hidrogen peroksida (H<sub>2</sub>O<sub>2</sub>), selanjutnya glutation peroksidase mengubahnya menjadi air.<br />
Dengan meningkatnya usia, terjadilah penurunan jumlah kedua enzim ini dalam tubuh, sehingga kelebihan Radikal bebas tidak dapat sepenuhnya dimusnahkan. Belum lagi masuknya Radikal bebas dari luar yang menyusup masuk ke dalam tubuh akan memperburuk sistem regenerasi sel tubuh.<strong><br />
Solusinya :<br />
Mencari Sumber Antioksidan</strong>. Pada zaman dahulu, ketika paparan Polusi masih sangat rendah, dan fungsi Radikal babas tubuh masih berjalan seimbang, kita tidak butuh Anti-oksidan untuk memusnahkan Radikal bebas.  Tetapi pada zaman sekarang, Anti oksidan menjadi kebutuhan untuk meredam tingginya Radikal bebas yang beredar di dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Berbagai Penelitian</strong></span><br />
Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah-buahan, sayuran dan biji-bijian adalah sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan proses penuaan dini. Tomat mengandung likopene, yakni antioksidan yang ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tak berkeliaran mencari asam lemak tak jenuh dalam sel. Hal yang sama dilakukan lutein dan zeasantin yang terdapat di dalam bayam, diketahui amat aktif mencegah reaksi oksidasi lemak pada dinding sel lensa (mata) sehingga kita dapat terhindar dari katarak. Sedangkan antioksidan vitamin seperti vitamin C, E dan betakarotenoid (<em>Vitamin A</em>) akan menstabilkan membran sel lensa dan mempertahankan konsentrasi glutation tereduksi dalam lensa.<br />
<strong>American Heart Association (AHA</strong>) dalam petunjuk ilmiahnya yang dimuat dalam <strong>Journal of the American Heart Association edisi Februari 1999</strong>, mengatakan bukti-bukti yang ada sekarang tidak cukup kuat menjadi dasar merekomendasikan suplemen vitamin antioksidan untuk masyarakat umum. Namun, di sisi lain AHA terus merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan konsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran, buah dan kacang-kacangan. Hal yang sama juga dilakukan Institut Kanker Nasional AS, terus mengampanyekan agar masyarakat mengonsumsi 5 kali atau lebih buah atau sayur dalam sehari. Data ilmiah menyebutkan, individu yang rajin mengonsumsi buah dan sayur memiliki peluang untuk awet muda dan terhindar dari penyakit yang terkait dengan penuaan seperti kanker, gangguan saluran pernapasan dan penyakit Degenerasi lainnya.<br />
Langkah sehat lainnya adalah mengurangi asupan jumlah kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak. Kalori yang berlebihan, dapat mempercepat <a href="http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/menjadi-tua-adalah-alami-tetapi-penuaan-adalah-penyakit/" target="_blank"><strong>penuaan dini</strong></a> karena untuk mengubahnya menjadi energi diperlukan lebih banyak oksigen. Di lain pihak oksigen memicu terbentuknya lebih banyak radikal bebas dari senyawa reaktif oksigen (<em>sumber polusi</em>), yang kemudian menyerang sel-sel dan akhirnya mempercepat proses penuaan.  Sungguh merepotkan, belum lagi ada individu yang tidak suka makan sayuran dan buah-buahan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Peranan produk Diamond Interest</strong></span><br />
<span style="font-size: medium;"><a href="http://www.diamondindonesia.co.id/perusahaan/" target="_blank"><strong>Diamond Interest International</strong></a></span>, merupakan perusahaan Makanan Kesehatan &amp; Supplement terkemuka di kawasan Asia, yang melebarkan sayap penyebarannya ke Eropa – Amerika dan Afrika. Produknya yang berhubungan dengan kandungan antioksidan dan anti penuaan dapat kita peroleh melalui konsumsi produk <a href="http://diamondindonesia.com/?m=56&amp;idcat=1" target="_blank"><strong>Grape Seed</strong> dan <strong>Spirulina</strong>.</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;"><strong>Grape Seed</strong></span><br />
Dikenal sebagai biji buah Anggur, yang mengandung senyawa anti oksidan alami seperti vitamin A, C dan E serta OPC (<strong><em>Leucoanthocyanin</em></strong>). OPC adalah singkatan dari <strong>“Oligomeric Proantho Cyanidin” </strong>yang untuk pertama kali dipelajari pada tahun <strong>1534</strong> oleh <strong><em>Jacques Masquelier</em></strong> dari the <strong>University  of Bordeaux &#8211; Prancis</strong>, kini menjadi bagian dari kebutuhan gizi manusia. OPC dikenal sebagai antioksidan yang kuat dan mampu mengaktifkan enzym SOD yang lemah, sehingga mengantarnya menjadi salah satu supplemen yang terkemuka di daratan Eropa terutama untuk mencegah terjadinya “Penuaan Dini”.<br />
Mengkonsumsi <strong>Grape Seed</strong>, 2 tablet sehari cukup untuk memenuhi kebutuhan Anti oksidan tubuh anda, guna menyeimbangkan keberadaan Radikal bebas yang meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: large;">Spirulina</span></strong><br />
Sebagai sumber gizi yang lengkap dan seimbang, juga tidak terlepas dari kandungan antioksidan yang kuat.<br />
<strong><a href="http://diamondindonesia.com/?m=56&amp;idcat=1" target="_blank">Grape Seed dan Spirulina</a></strong>, kini banyak dikonsumsi masyarakat dunia, dan menjadi senjata untuk melawan masalah <a href="http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/menjadi-tua-adalah-alami-tetapi-penuaan-adalah-penyakit/" target="_blank"><strong>PENUAAN DINI</strong></a> yang amat menakutkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Grape-Seedd.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1114" style="margin: 10px 15px;" title="Grape Seedd" src="http://www.diamondindonesia.co.id/wp-content/uploads/2010/01/Grape-Seedd.jpg" alt="Grape Seedd" width="565" height="390" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: medium;">Bagaimana dengan anda ?<br />
Apakah Anda rela mengalami <a href="http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/menjadi-tua-adalah-alami-tetapi-penuaan-adalah-penyakit/" target="_blank">Penuaan Dini</a>, di kala masih banyak hal yang masih perlu dialami sepanjang hidup dengan penuh kebahagiaan ?<br />
Jawabannya ada pada anda melalui konsumsi <a href="http://diamondindonesia.com/?m=56&amp;idcat=1" target="_blank">GRAPE SEED &amp; SPIRULINA</a>. </span></strong><sub>zd12</sub></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.diamondindonesia.co.id/2010/01/peranan-anti-oksidan-bahaya-radikal-bebas-kaitannya-dengan-perawatan-kesehatan-serta-pencegahan-terhadap-penyakit-degenerasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

