Beranda » Entrepreneurship, Utama

Semua Orang, Pintar Marah

17 Juni 2010 568 kali ditampilkan Belum ada komentar

Bung HarisAristoteles di dalam bukunya The Nicomachean Ethics pernah mengatakan :

“Siapapun bisa marah. Bahkan pintar marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah dengan cara yang tepat pada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan, bukanlah hal mudah.” (tetapi bisa kita pelajari)

Kemampuan menguasai emosi, seringkali kali dianggap remeh. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan. Justru, pengendalian emosi yang baik  menjadi faktor penentu kesuksesan hidup seseorang. Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisa, menyiasati dan menyelesaikan masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks. Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa memahami orang lain dengan lebih baik dan membuat Keputusan dengan bijak. Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.Angry-man-001

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan sebutan “EQ”), dikenalkan melalui pasar dunia. Kemampuan seseorang untuk mengendalikan dan menggunakan emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan otak (IQ) seseorang. Kecerdasan emosi bisa mengubah segala rintangan menjadi sebuah kesempatan, mengubah keterbatasan menjadi hal yang luar biasa….

lens11146291_1274549565Donald_Trump_The_Art_Of_TSeorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump, adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar. Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu “The Art of The Deal dan Surviving at the Top”. Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus…

Mungkin anda masih ingat depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti anjlok dengan tajam. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan. Dia harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya. Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Di sini kecerdasan emosi Trump benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Sebenarnya situasi saat itu adalah alasan yang sangat kuat bagi Trump untuk putus asa dan menyerah pada hidup. Namun dia tidak memilih untuk melakukan hal itu.

Apa yang terjadi selanjutnya ?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya.

Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3 Milliar. Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul “The Art of The Comeback”.

Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru menjadikannya lebih berani, kuat dan bijaksana daripada sebelumnya.Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu siapa teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan?

Kecerdasan Emosi tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir kepada setiap orang dan bisa dilatih dan dikembangkan. Kecerdasan Emosi memberikan keteguhan untuk bangkit dari keterpurukan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.

Jadi pesan moralnya adalah:
Kuasailah kecerdasan emosi anda ! kendalikan emosi anda! Jangan menumbar kemarahan yang tidak perlu, marahlah dengan cerdas (tepat). Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengantar anda menuju gemilangnya kehidupan.

Bagaimana dengan anda keluarga besar DII ?
Semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi bagi kita semua.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Leave your response!

Masukkan komentar disini, ataulacak balik melalui sites anda. Anda juga dapat memantau komentar disini melalui RSS.

Harap teratur. Usahakan sesuai dengan topik. Tulis dengan rapi. Tidak boleh spam.