Khasiat Buah Noni (Morinda Citrifolia)
Pendahuluan
Sebagai herbal alami, Noni menduduki tempat yang cukup populer, dan untuk beberapa tahun terakhir ketenarannya semangkin meningkat seiring dengan semangkin maraknya penggunaan produk herbal ini sebagai Makanan Kesehatan – Supplemen untuk tujuan pemeliharaan Kesehatan. Produk tumbuhan alami ini kerap disebut sebut sebagai produk herbal yang diunggulkan terutama ditempat tempat seperti toko obat, apotik dan mungkin dibeberapa swalayan. Selain itu buah Noni yang namanya berasal dari bahasa Polynesia (nama ilmiahnya adalah Morinda citrifolia) terus berkembang penggunaannya, bahkan mencapai penjualan tertinggi sebagai produk Makanan kesehatan – Supplemen. Namun pengetahuan tentang khasiat dan buah Noni sendiri masih belum diketahui dengan benar oleh awam, bahkan banyak salah informasi yang beredar tentang manfaat serta pengolahan buah Noni itu sendiri.
Mengenal buah Noni, (Morinda Citrifolia ) dan penyebarannya
Morinda citrifolia, adalah tumbuhan kecil, tumbuh sampai ketinggian 10 meter, dengan mahkota daun yang merekah tidak beraturan, berwarna hijau tua mengkilat. Pohon dengan batang berwarna kecoklatan muda sampai abu abu. Berbunga beberapa kali dalam setahun, berkelompok, dan setiap kelompok terdiri dari 5 bunga yang merekah dengan harum yang merangsang. Berbuah beberapa kali dalam setahun, bentuknya lonjong dengan permukaan yang berbopeng bopeng. Warnanya hijau sewaktu muda dan berubah menjadi kekuningan sampai putih bila masak. Buahnya lunak, berair, dan berbau tak sedap, akan semangkin tajam baunya selama proses pemasakan.
Tumbuhan ini berasal dari pedalaman Asia Tenggara, diolah dan dikonsumsi oleh penduduk setempat secara tradisional, berawal dari Tahiti dan Marquesas, kemudian meluas ke Kepulauan Hawaii. Kini buah Noni juga sudah ditemukan tumbuh di daratan India dan di daratan Caribia serta berbagai wilayah lainnya seperti di Amerika Selatan dan daratan Amerika Utara. Nama Noni yang berasal dari bahasa Polynesia sering kemudian oleh sejumlah pemasar dijadikan pedoman kalau buah Noni dari Tahiti adalah buah Noni yang asli dan berbeda dari buah Noni yang berasal dari tempat lain. Sesungguhnya hal ini tidak sepenuhnya benar adanya. Buah Noni atau tumbuhan Noni yang berasal dari biakan yang sama, akan tetap sama jenisnya walau tumbuh di tempat yang berbeda.
Tumbuhan Noni sebagai makanan dan pewarna
Buah Noni memang memiliki aroma yang tak sedap, namun secara tradisional dikonsumsi oleh penduduk pedalaman Pulau Samoa, Kepulauan Fiji, Burma dan Australia. Di Hawaii dan Marquesas buah Noni menjadi buah saat terjadi kelaparan, dan merupakan makanan ternak. Akar dan kulit kayunya diambil sebagai bahan baku zat warna, hal ini cukup terkenal di Polynesia, Asia dan Eropa sampai dengan tahun 1950 an.
Zat warna kuning, merah dan ungu menjadi warna yang diproduksi dari tumbuhan Noni, dari negeri Itali sampai ke India, sebagai pewarna yang digunakan untuk mewarnai karpet, baju dingin dan sorban.
Keberadaan Noni ditengah pengobatan tradisional
Pengobatan tradisional menggunakan tumbuhan/herbal tidak terlepas dari buah, bunga, daun, kulit batang dan akar. Demikian juga bagi tumbuhan Noni, semua dapat digunakan sesuai kebutuhan pengobatan tertentu. Di Polynesia penggunaan daun Noni untuk pengobatan mengalami sejarah yang panjang terutama untuk obat luar, dicampur dengan minyak digunakan sebagai obat gosok, untuk mengobati berbagai nyeri pada rheumatic, radang, neuralgia, tukak, gout, batuk pilek, bisul serta kurap-kadas. Demikian juga buahnya sebagai obat luar, kadang dibuat juice ditambah dengan garam atau buah persik kemudian dioleskan pada bisul. Di Hawaii, buah Noni digerus ditambahkan dengan herbal lain seperti awapuhi (Zingiber zerumbet) dan awa (Piper methysticum) dioleskan pada daerah memar, keseleo dan bengkak/oedema. Daunnya dicampur dengan tumbuhan lain untuk dioleskan pada luka terbuka. Di dalam pengobatan tradisional, buah Noni digunakan agak lebih sering dibandingkan dengan bagian tumbuhan lainnya. Di Hawaii buah Noni dipakai untuk mengobati sakit perut (gangguan pencernaan makanan) dan sebagai salah satu campuran formula obat urus urus (Cleansing). Setelah tahun 1930an buah Noni kemudian menjadi lebih luas lagi penggunaannya, seperti untuk mengobati Cacingan, Kelelahan dan berbagai gangguan Pernapasan. Sejak itu pulalah, juice dari buah Noni yang matang dijadikan obat tradisional untuk menstabilkan kadar gula darah pada sejumlah kasus penyakit Kencing manis (Diabetes Mellitus).
Ketenaran Noni di zaman modern
Penggunaan Noni secara tradisional seperti yang dipaparkan di atas, nampaknya buahnya memang lebih sering terpakai dibanding bagian tumbuhan lainnya, dan kini penggunaan “Buah” Noni itu sendiri menjadi lebih dikenal, dan sudah diperkenalkan lebih jauh di pasaran. Kemasan yang dipasarkan baik dalam bentuk kering, digerus, bentuk cair seperti juice, semuanya ditawarkan sebagai “Penyembuh” berbagai masalah kesehatan seperti yang di informasikan para penjual yaitu untuk :
- Meredakan diabetes,
- Memperbaiki keadaan sistem peredaran darah dan jantung,
- Mencegah dan menurunkan resiko penyakit Kanker,
- Menghilangkan keluhan sakit kepala
- Mengatasi resiko terkena penyakit ‘Degenerasi’ lainnya.
Khasiat 5M, yang dimiliki buah Noni kemudian menjadi ajang bisnis para pedagang yang kemudian menawarkannya melalui berbagai bentuk bisnis antara lain melalui sistem penjualan Multi Level Maketing (MLM). Sedemikian gencarnya pemasaran yang dilakukan, para pedagang, bahkan kerap kali sampai terjadi salah informasi terhadap kekhasiatan buah Noni, yang diklaim sebagai “Obat” yang mampu menyembuhkan sejumlah sakit-penyakit sejak ribuan tahun yang lalu. Sekalipun buah Noni memang sangat bermanfaat untuk kesehatan, tetapi sebagai ‘Obat’ masih meragukan dan belum ada laporan penelitian yang mendasar.
Kandungan – zat aktif yang ada di dalam buah Noni
Kandungan – senyawa yang ada di dalam buah Noni telah diteliti dan ditemukan oleh berbagai kelompok ilmuwan – peneliti. Berbagai senyawa phytokimia dengan kadar yang cukup tinggi ditemukan di dalam buah Noni khususnya serta memiliki ‘Bioaktivitas’.
Sejarah Noni sehubungan dengan penggunaannya di dunia Kesehatan
Pada tahun 1985, seorang ilmuwan terkenal Ralph Heinicke dari the University Of Hawaii melaporkan keberadaan dari suatu senyawa yang khas dari buah Noni, kemudian disebutnya dengan “Senyawa Xeronine”.
Menurut Heinicke, Xeronine adalah senyawa ajaib, yang disebut sebut sebagai senyawa yang mampu menyembuhkan berbagai persoalan penyakit. Pendapat Heinicke, kemudian dikembangkan menjadi satu alasan untuk memasarkan Noni lebih gencar lagi. Penawaran Noni dalam bentuk juice ditawarkan dengan nama “Tahitian Noni”. Berbagai penemuan dan penelitiannya mendukung pendapat tersebut, sampai akhirnya beliau menyelesaikan penelitian tersebut pada tahun 1999, dan kesimpulan penelitiannya dilaporkan di depan forum Economic Botany.
Sejumlah pengarang buku ilmiah mengeluarkan Heinicke dari kelompok ilmuwan, karena mereka menuduh penemuan beliau sebagai satu kebohongan. Alasannya adalah karena tidak ada satu laboratorium independent saat itu yang dapat menemukan senyawa Xeronine dalam kadar memadai seperti yang dilaporkan Heinicke. Hal itu dibenarkan, karena Xeronine baru terbentuk di dalam tubuh, melalui satu proses biokimiawi. Sedang di luar tubuh, yang ditemukan adalah Pro-xeronine. Pro-xeronine baru akan berubah menjadi Xeronine dalam suasana basa (di dalam usus) melalui reaksi biokimiawi penguraian oleh enzyme Pro-xeronase yang ada di dalam ekstrak buah Noni itu sendiri. Oleh sebab itu, jelas disini bahwa Xeronine tidak pernah akan dapat ditemukan dalam jumlah yang terukur diluar tubuh manusia (seperti halnya di laboratorium)
Khasiat Buah Noni matang sesuai kandungannya
Menurut penemuan bioscientific, dari buah Noni yang diteliti selama 50 tahun terakhir, yang mana kandungan ekstraknya, menunjukan berbagai aktifitas biologik. Berikut di bawah ini tersususn daftar senyawa ekstrak buah Noni yang dikaitkan dengan aktivitas biologik sebagaimana ditemukan, antara lain :
- 1-Hexanol – antiseptik
- Acetic acid – bakterisida, fungisida
- Asperuloside – antiradang, laxative
- Aucubin – antioxidant, bactericide, pencahar
- Benzoic acid – antiseptik, bakterisida, fungisida
- Benzyl alcohol – anesthetik, antiseptik
- Caprylic acid – candidasida, fungisida
- Damnacanthal – pencahar
- Eugenol – analgesik, anesthetik, antiradang, antiseptik, pencegah Kanker
- Glucuronic acid – detosikan (pembersih)
- Limonene – anti Kanker, anti-tumor, penurun hyperkholesterol
- Linoleic acid – anti-arteriosklerotik, pencegah Kanker, pelindung sel liver/hati
- Myristic acid – pencegah Kanker
- Noni-ppt – anti tumor, meningkatkan daya immunitas/kekebalan tubuh
- Oleic acid – pencegah Kanker
- Palmitic acid – anti fibrinolytik (anti penggumpalan darah)
- Scopoletin – analgesik, anti edemik, antiradang
Khasiat Cleansing dari buah Noni matang, mengandung senyawa Damnacanthal, yang memiliki khasiat pencahar. Khasiat ini untuk melakukan pembersihan pada usus oleh sejumlah konsumen. Pada kasus melemahnya sistem pencernaan (= melemahnya dan melambatnya gerak peristaltik usus) Noni dapat digunakan untuk merangsang dan meningkatkan lemahnya sistem pencernaan, sehingga memungkinkan untuk memperbaiki gerak peristaltik usus dan membantu membersihkan Usus besar (Colon).
Aktivitas anti-Radang – Catatan dan laporan tentang khasiat ‘Anti radang’ buah Noni, banyak yang dibantah, sementara itu senyawa asperuloside, eugenol dan scopoletin, yang terkandung di dalam buah Noni matang, mendukung anggapan laporan tersebut. Tentunya masih ada senyawa terkandung lain di dalam buah Noni yang juga memiliki khasiat yang sama.
Sebagai Immunomodulator dan Anti Tumor
Hirazumi dan Furusawa telah menguraikan aktivitas kandungan polysakharida juice buah Noni, (Noni-ppt). Di dalam penelitian, Noni-ppt menunjukan kemampuannya sebagai Immunomodulator (yaitu penguat sistem Imunitas/kekebalan tubuh) dan aksinya sebagai Antitumor. Mereka mengusulkan agar Noni-ppt dapat dijadikan supplemen berharga untuk digunakan sebagai obat penyakit Kanker.
Asam Okadaic yang ada di dalam buah Noni, telah ditetapkan oleh Asahina dan kawan kawan sebagai faktor perusak sel tumor.
Ulasan singkat tentang penelitian Noni
Sejumlah penelitian telah menyelenggarakan pertunjukan aktifitas buah Noni terhadap kehidupan Mikroba, jamur Candida albicans, kehidupan Virus, dan Cryptococcus. Kesemuanya adalah penyebab dari kebanyakan penyakit ‘Radang Paru paru’. Dengan hasil yang memuaskan.
Efek anti nyeri juga menjadi catatan tersendiri.
Ekstrak buah Noni, merangsang produksi dari T-cell, sel macrophag dan sel thymocyt sebagai satu rangkaian sistem imunitas, dengan demikian tentunya berdampak langsung terhadap meningkatnya fungsi daya tahan tubuh / imunitas termaksud.
Di dalam percobaan menggunakan hewan, ekstrak buah Noni menunjukan, mampu memperpanjang hidup mencit yang terbukti menderita penyakit Kanker.
Semua penemuan ini menjadi penting adanya, dan menjadi bukti kuat untuk menyanggah anggapan terdahulu, bahwa buah Noni dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes, walau demikian berdasarkan pengalaman tradisional anggapan tersebut masih kuat melekat di masyarakat. Sebaliknya, justeru aktivitas sebagai ‘Anti Kanker’ menjadi lebih menonjol dan menjadi harapan masyarakat modern agar dapat memberikan kesembuhan pada berbagai penyakit Kanker yang semangkin hari semangkin meningkat jumlah penderitanya.
Bentuk Noni yang bagaimana yang dapat mempertahankan kandungan aktifnya ?
Satu tantangan besar bagi para ‘Herbalis’ untuk mewujudkan khasiat Noni, dalam bentuk produk baku, dan tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat tradisional di masa lampau. Di Polynesia, buah Noni dimasukan ke dalam wadah yang tertutup, lalu sesegera mungkin dibusukan (dekomposisi) diikuti dengan proses fermentasi.
Juice (sari buah) yang berwarna kekuningan dengan bau tajam/merangsang yang berada dipermukaan wadah kemudian menjadi minuman sehari hari, sebagai pencegah penyakit, menjaga kebugaran dan secara umum bertujuan untuk menghilangkan rasa kelelahan.Banyak orang tidak mampu untuk memperoleh sari buah Noni segar yang diragikan itu. Lalu bagaimana caranya untuk membuat sari buah Noni tersebut bertahan tetap segar, berkhasiat, dan dapat digunakan oleh banyak orang, di luar Kepulauan Polynesia ?Lima faktor utama di dalam mempertahankan khasiat dan stabilitas produk alami adalah : Panas, Sinar/cahaya, Udara, Kelembaban dan Waktu.
Semua proses produksi terhadap bahan alami harus mengacu pada 5 faktor tersebut di atas, dan sebisanya dapat direndahkan resiko paparannya serendah rendahnya. Mengingat adanya kandungan senyawa yang mudah menguap dan mudah terurai sehingga kemungkinan mengalami kerusakan, sehingga dapat mengakibatkan menurunnya khasiat serta menurunnya aktifitas kerja biologik.
Berbagai pilihan proses untuk mendapatkan ekstrak buah Noni yang stabil, tetap berkhasiat dan efektif
Melakukan pengeringan, dan menjadikan ekstrak buah Noni menjadi bubuk, lalu dikemas menjadi Makanan Kesehatan – Supplemen. Proses ini cukup menjanjikan terhindarnya produk terhadap 5 faktor resiko paparan, namun banyak zat aktif yang menguap dan mudah terurai oleh perlakuan tersebut.
Mengemasnya ke dalam botol dalam bentuk Juice, melalui proses Pasteurisasi, untuk menurunkan resiko tercemarnya oleh berbagai Mikroba. Nampaknya cukup menjanjikan kesempurnaan produk. Tetapi senyawa yang mudah menguap kadang dapat terurai dan rusak. Ada juga tehnik lain, yaitu dengan cara Lyophilisasi (proses pengeringan dingin).
Proses tersebut di atas, akhir akhir ini menjadi salah satu metode andalan dibidang produksi farmasi – obat obatan yang kemudian juga diterapkan terhadap berbagai produk herbal alami termasuk ekstrak buah Noni sebagai Makanan Kesehatan – Supplemen. Metode ini konon dapat memperpanjang masa kadar luarsa, mempertahankan khasiat zat aktif yang dikandungnya dan terhindarnya dari berbagai reaksi biokimiawi (seperti penguraian/oksidasi). Terhindar dari 5 faktor resiko terpapar, dan dapat meningkatkan kadar jenis senyawa yang menguap.
Noni dan masa depannya yang cemerlang
Berdasarkan berbagai penemuan, penjelasan dan percobaan, Ekstrak buah Noni, terhadap sejumlah khasiat kesehatan, memiliki hasil yang memuaskan, sehingga menempatkan Noni menjadi salah satu pilihan yang sering mendapat sorotan. Kepentingannya untuk digunakan sebagai Makanan Kesehatan – Supplemen sebagai upaya pilihan utama memelihara kesehatan, serta mencegah timbulnya berbagai sakit penyakit, menjadi topik yang kerap di bicarakan diberbagai forum kesehatan.
Noni Juice produksi dari Diamond Interest International
Ekstrak buah Noni juice, dari Diamond Interest International (DII), diproduksi dan dikemas dalam botol tertutup
rapat, kedap udara, bebas kontaminasi kuman dan memiliki kadar luarsa yang panjang. Tanpa pengawet, sehingga terjamin dari sisi keasliannya serta kemurniannya. Memiliki khasiat yang optimal sesuai dengan penelitian – percobaan serta analisa ilmiah yang dilaporkan. Alasan yang mendasar (DII) memproduksi Ekstrak buah Noni dalam bentuk ‘Juice’ adalah :
- Agar dapat segera mencapai usus yang bersifat basa.
- Agar senyawa Xeronine dapat segera terbentuk dan diserap di dalam usus.
- Resiko penguraian dan rusaknya enzym Pro-xeronase oleh asam lambung dapat terhindar, dan ini adalah alasan kuat agar dapat membentuk Xeronine dengan kadar optimal dan mencapai efek khasiat yang efektif di dalam tubuh.

Cara minum, untuk tujuan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan sakit penyakit cukup 1 sendok makan sehari. Dan bila menderita penyakit seperti Kanker dapat diberikan sampai 3 kali 1 sendok makan sehari.
Kepustakaan
- Abbott, Isabella Aiona. 1992. La’au Hawaii, Traditional Hawaiian Uses Of Plants, Bishop Museum Press, Honolulu.
- AGIS Phytochemical Database. 1998. US National Agricultural Library Phytochemical database. Website. URL:http://probe.nalusda.gov.8300/cgi-bin/browse/phytochemicals.
- Asahina, A.Y., Ebesu, J.S.M., Ichinotsubo, D., Tongson, J., Hokama, Y. Effect of okadaic acid (OA) and noni fruit extract in the synthesis of tumor necrosis factor –a (TNF-a) by peripheral Blood Mononuclear (PBM) cells in vitro. Department of Pathology, John A. Burns School of Medicine, University of Hawaii, Honolulu, HI.
- Cox, P.A., and Banack, S.A., 1991. Islands, Plants and Polynesians. Dioscorides Press, Portland, Oregon.
- Dixon, Anna R., McMillen, Heather, Etkin, Nina L., 1999. Ferment This: The transformation of Noni, a Traditional Polynesian Medicine (Morinda citrifolia, Rubiaceae), Economic Botany, 53(1) pp. 51-68.
- Dr. Duke’s Phytochemical and Ethnobotanical Databases. 1998. www.ars.grin.gov/duke/. Agricultural Research Service.
- Farine, J.P., Legal, L., Moreteau, B., Le Quere, J.L. 1996. Volatile components of ripe fruits of Morinda citrifolia and their effects on drosophila. Phytochemistry, Vol. 41, no 2, pp. 433-438, Elsevier, Great Britain.
- Heinecke, R. M. 1985. The pharmacologically active ingredient of noni. Pacific tropical Botanical garden Bulletin 15:10-14.
- Hiramatsu, T., Imoto, M., Koyano, T., Umezawa, K., 1993. Induction of normal phenotypes in ras -transformed cells by damnacanthal from Morinda citrifolia, Cancer Letters 73:161-166.
- Hirazumi, A., et al 1996. Immunomodulation contributes to the anticancer activity of Morinda citrifolia (noni) fruit juice. Proceedings of the Western Pharmacological Society 39:7-9.
- Hirazumi, A., Furusawa, E. 1999. An immunomodulatory polysaccharide-rich substance from the fruit juice of Morinda citrifolia (noni) with antitumor activity, Phytotherapy research, Aug;13(5):380-7.
- Inoue, K., Nayeshiro, H., Inouye, H. & Zenk, M. 1981. Anthraquinones in cell suspension cultures of Morinda citrifolia. Phytochemistry, vol. 20, no. 7, pp. 1691-1700.
- Leistner, E. 1975. Isolation, identification, and biosynthesis of anthraquinones on cell suspension cultures of Morinda citrifolia. Planta medica 27:214-224.
- Levand, O. & Larson, H.O. 1979. Some chemical constituents of Morinda citrifolia. Planta medica, vol. 36, no. 2, pp. 186-187.
- Morton, J. 1992. The ocean-going noni, or Indian Mulberry (Morinda citrifolia, Rubiaceae) and some of its “colorful” relatives. Economic Botany 46(3):241-246.
- Stewart, M. 1972. Noni: The Lore Of Hawaiian Medicinal Plants. Bulletin of the Pacific Tropical Botanical garden 11(2):37-39.
- Wheatley, J.I. 1992. A Guide to the Common Trees of Vanuatu. Department of Forestry, Port Vila, Vanuatu.











Order produk ini Daerah Bogor dan sekitarnya :
Stockist 017 Bogor
Hub. Maria
Telp. 0251-8242608 / 08128047576
Jl. Raya Tajur, Gg. Kudus no. 3 Wangun Tengah
Bogor 16146
Bisa/boleh tidak ya dikirim ke US?
Leave your response!
Halaman
Tour
Kategori
Produk DII
Facebook Fans
Aktivasi BPH
Testimoni Konsumen
Konsultasi Kesehatan
Belanja Online
Entrepreneurship
Layanan SMS M-Diamond
Login ke Area Distributor
Dokter Online
pk. 09.00-11.45 dan 17.30 - 19.30
Konsultasi DI Grow – Online
Setiap Hari Senin, Rabu & Jumat pk. 18.00-21.00
Tulisan Terkini
Paling Banyak Dikomentari
Paling Banyak Dibaca