Beranda » Artikel Kesehatan, Pilihan

Kupas Tuntas HIV Dan AIDS

21 September 2009 6,990 kali ditampilkan 1 Komentar

imel-239x300Oleh: dr. Imelda (Konsultan Medis P.T Diamond Interest)

HIV yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh sehingga tubuh menjadi mudah terinfeksi penyakit. Sedangkan AIDS yang merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh infeksi HIV atau Human Immunodeficiency Virus tsb di atas. Atau dengan kata lain HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang setelah berlangsung beberapa bulan atau beberapa tahun akan menimbulkan kumpulan gejala penyakit yang disebut dengan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. Jadi HIV (Human Immunodeficiency Virus) identik dengan timbulnya AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Seseorang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) akan mengalami 3 Tahap perkembangan penyakit, yaitu :

  1. Tahap Akut yang berlangsung 2-6 minggu setelah infeksi, akan menimbulkan gejala-gejala pada lebih dari 50% orang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Gejala-gejala Tahap akut dapat berupa; demam, nyeri otot, nyeri sendi, rasa lemah atau lelah berkepanjangan. Gejala-gejala tsb dapat berlangsung ringan sampai berat.
  2. Tahap Latent berlangsung beberapa bulan dan dapat sampai lebih dari 5 sampai 10 tahun. Pada tahap ini pasien yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tampak sehat dan tidak tampak tanda-tanda khusus terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pada Tahap Latent ini perlu dilakukan Tes HIV pada orang-orang yang diduga atau dicurigai terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).
  3. Tahap AIDS yaitu tahap setelah Tahap Latent berlalu, pada tahap ini terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh yang drastis sehingga dapat terjadi “Infeksi Opportunistik” yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Infeksi-infeksi ini dapat berakibat fatal bagi penderita HIV yang sudah memasuki Tahap AIDS sekalipun infeksi-infeksi tsb hanya ringan saja sifatnya.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) tersebar dalam semua cairan tubuh penderitanya, tetapi yang terbukti berperan sangat menginfeksi (Infeksius) dan efektif dalam penularan HIV adalah Human Immunodeficiency Virus yang tersebar pada cairan tubuh tertentu seperti : air mani (sperma), cairan vagina, dan darah.

Bagaimana Human Immunodeficiency Virus (HIV) merusak sistem kekebalan tubuh manusia..??? Caranya adalah : Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang tersebar di dalam air mani (sperma), cairan vagina, dan darah akan masuk ke dalam aliran (sirkulasi) darah seseorang yang kemudian akan menyerang sistem pertahanan tubuh orang tsb. Sistem pertahanan tubuh yang diserang adalah salah satu jenis sel darah putih yang di dalam tubuh berfungsi untuk melawan infeksi. Setelah beberapa bulan atau beberapa tahun maka jumlah Human Immunodeficiency Virus (HIV) semakin bertambah banyak sehingga sistem pertahanan tubuh orang tsb menjadi semakin rusak. Akibatnya tubuh seseorang yang sudah lama terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) akan memasuki Tahap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS ), dimana tubuh tidak mampu lagi menangkal serangan infeksi penyakit bahkan penyakit yang sangat ringan sekalipun, maka infeksi penyakit yang sangat ringan sekalipun dapat berakibat fatal bagi seorang pengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS ). Padahal biasanya penyakit-penyakit yang sangat ringan tidak akan menimbulkan sakit yang berakibat fatal pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal. Sebagai contoh kasus misalnya; penyakit Flu (Influenza) yang pada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal tidak akan membawa kematian tetapi pada seorang pengidap HIV yang sudah memasuki Tahap AIDS, penyakit Flu (Influenza) ini dapat berakhir dengan kematian. Hal ini disebabkan karena penurunan sistem pertahanan tubuh pada seorang pengidap HIV yang sudah memasuki Tahap AIDS menyebabkan penyakit Flu (Influenza) yang semula ringan dapat bertambah berat dan memburuk menjadi penyakit Radang Paru-Paru (Pneumonia).

Yang perlu dimengerti oleh masyarakat awam adalah, HIV dan AIDS tidak menular hanya karena :

  • Bersentuhan biasa dengan penderitanya,
  • Berjabatan tangan dengan penderitanya,
  • Berciuman pipi dengan penderitanya,
  • Melalui makanan dan minuman,
  • Penderita AIDS yang bersin atau batuk di hadapan kita,
  • Hidup serumah dengan penderita AIDS (selama tidak melakukan hubungan sexsual),
  • Gigitan serangga atau nyamuk,
  • Bersama-sama berenang dalam satu kolam renang dengan penderitanya,
  • Menggunakan WC atau kamar mandi yang sama dengan penderitanya.

Penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) terutama terjadi secara kontak langsung melalui cara sebagai berikut:

  • Penggunaan jarum suntik pada kelompok penyalah-guna narkotika jenis suntikan yang menggunakan jarum suntik secara bersama dan bergantian sehingga jarum suntik menjadi tidak steril.
  • Penggunaan peralatan dokter, jarum akupuntur, jarum tattoo, jarum tindik telinga, alat cukur, dll yang tercemar Human Immunodeficiency Virus (HIV) karena; setelah selesai digunakan pada orang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak disterilkan terlebih dahulu untuk kemudian digunakan pada orang berikutnya.
  • Transfusi darah atau penggunaan produk darah dan transplantasi organ tubuh dari seorang pedonor yang darah atau organnya sudah tercemar Human Immunodeficiency Virus (HIV).
  • Hubungan sexual dengan seorang pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang banyak ditemukan pada pelaku hubungan sexsual yang tidak wajar seperti pada; pelaku hubungan sexsual di luar pernikahan, wanita atau pria yang sering berganti-ganti pasangan sexual, wanita atau pria pekerja seks komersial dengan pelanggannya, homoseksualitas (laki-laki yang melakukan hubungan sexsual dengan sesama laki-laki); biseksualitas (laki-laki atau perempuan yang melakukan hubungan sexual dengan sesama jenisnya maupun dengan lawan jenisnya), dan lesbian (wanita yang melakukan hubungan sexual dengan sesama wanita).

Seorang ibu pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak selalu akan menularkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada janin atau bayinya. Kemungkinan ibu hamil yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tsb akan menularkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) kepada janinnya hanya 30%. Cara mencegah penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang paling baik adalah menghindari hubungan seksual di luar ikatan pernikahan karena biasanya kita tidak akan tahu status kesehatan patner sexsual kita di luar ikatan pernikahan. Bila sulit membatasi diri dengan konsekuensi tsb, maka anjurannya adalah; “Lakukanlah hubungan sexsual dengan pemakaian kondom yang memenuhi syarat kesehatan”.

Gejala-gejala yang sering timbul pada seorang penderita HIV yang sudah sampai pada Tahap AIDS antara lain :

  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan,
  • Batuk berkepanjangan lebih dari 1 bulan,
  • Diare lebih dari 1 bulan tanpa sebab yang jelas,
  • Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu sebulan,
  • Sering timbul bercak putih atau luka di mulut karena infeksi jamur,
  • Pembesaran “Kelenjar Getah Bening” di seluruh tubuh (leher, ketiak, lipatan paha),
  • Timbul gangguan saraf seperti : penurunan kesadaran, kejang, dsb
  • Timbul berbagai kelainan kulit seperti : gelembung-gelembung kulit, bercak merah kebiruan pada kulit (Kanker Kaposi), dsb.

Apa yang dapat dilakukan oleh seseorang yang diduga atau dicurigai terlanjur terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) ???, Nah, simak tips di bawah ini :

  • Lakukan Tes HIV dengan memeriksakan darah untuk mengetahui adanya Antibodi HIV.
  • Hindari tempat-tempat keramaian yang memudahkan terjadinya penularan penyakit-penyakit infeksi ringan,
  • Tidak melakukan hubungan sexual dan menghindari kehamilan,
  • Tidak boleh mendonorkan darah, sperma atau organ tubuh pada orang lain,
  • Lakukan kombinasi terapi medis dan terapi herbal untuk memperlambat laju infeksi dan mengobati gejala-gejala infeksi yang timbul serta mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh terapi medis yang sedang dilakukan.

P.T Diamond Interest memiliki beberapa produk makanan kesehatan yang sangat baik bila diberikan untuk menunjang pemberian terapi medis pada seorang penderita HIV dan AIDS. Produk-produk makanan kesehatan yang diberikan untuk penderita HIV dan AIDS adalah  :

  • Prolink – untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Goats Milk – untuk memberikan stamina dan tenaga.
  • Gamat – untuk memperbaiki sistem pencernaan.
  • Gano Plus – untuk membantu mengatasi “Infeksi Opportunistik” yang terjadi.
  • Spirulina – untuk mengatasi Anemia yang sering terjadi selama terapi medis. Produk HIV-AIDS

Semoga bermanfaat & Salam Sehat Alami !

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

1 Komentar »

  • Saul menulis:

    Ternyata mitos digigit nyamuk dan tertular tidak benar. (Juga via air dsj) Terima kasih atas infonya dok.

Leave your response!

Masukkan komentar disini, ataulacak balik melalui sites anda. Anda juga dapat memantau komentar disini melalui RSS.

Harap teratur. Usahakan sesuai dengan topik. Tulis dengan rapi. Tidak boleh spam.